Hasil Tes Corona Para Penggawa Kabinet Jokowi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) sebelum memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta. Foto: Antara//Sigid Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) sebelum memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta. Foto: Antara//Sigid Kurniawan

Setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif corona, seluruh pejabat Kabinet Jokowi-Ma'ruf mengikuti tes kesehatan terkait corona di RSPAD Gatot Subroto. Para pejabat yang diperiksa kesehatannya yaitu;

  1. Wapres Ma'ruf Amin

Wapres Ma'ruf Amin dinyatakan negatif dari virus corona (COVID-19). Hal ini disampaikan juru bicara Wapres, Masduki Baidlowi, setelah Ma'ruf menjalani pengecekan virus corona pada Sabtu (13/3) lalu di RSPAD Gatot Soebroto.

"Pak Wapres sudah menjalani tes dan hasilnya dinyatakan negatif, tesnya hari Sabtu, hasilnya keluar Minggu," ujar Masduki saat dihubungi, Senin (16/3).

Tak hanya Ma'ruf Amin, Masduki menyebut pemeriksaan dan pengecekan virus corona pun turut dijalani oleh Presiden Joko Widodo di rumah sakit yang sama dengan sejumlah menteri lainnya.

"Iya semuanya (periksa), presiden semuanya. Ya semua dilakukan di situ (RSPAD Gatot Soebroto) dan aman, (hasilnya) negatif," kata Masduki.

  1. Menpora Zainuddin Amali

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengabarkan baru saja melakukan tes kesehatan untuk memeriksa kemungkinan terjangkit virus corona pada Senin (16/3) sore WIB.

Setelah menunggu selama dua jam, Zainudin menyebut hasil tes yang dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, menyatakan bahwa dirinya negatif dari virus corona.

"Alhamdulillah, setelah pemeriksaan hari ini di RSPAD, saya negatif (virus corona). Walaupun demikian, tetap dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan mengindari kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orang," kata Zainudin melalui pesan singkat kepada pewarta.

"Untuk kegiatan-kegiatan keolahragaan, untuk sementara ditunda sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian," ujarnya menambahkan.

Menpora Zainudin Amali memberikan sambutan saat penandatanganan MoU terkait fasilitasi pelatnas Olimpiade 2020, Paralimpiade 2020 di Kemenpora, Selasa (10/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
  1. Mendagri Tito Karnavian

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan istrinya Tri Suswati menjadi salah satu menteri yang diisukan terjangkit corona. Keduanya lalu menjalani tes corona di RSPAD Gatot Soebroto dan dinyatakan negatif.

"Dari Hasil tes khususnya test pemeriksaan atas darah dan pemeriksaan Rontgen X-Ray atas paru-paru menunjukkan bahwa Mendagri Tito dan ibu Tri Suswati negatif atau sama sekali tidak terkena infeksi virus corona," kata Staf Khusus Mendagri, Kastorius Sinaga, dalam keterangannya, Senin (16/3).

Tito dan istri mengikuti arahan Presiden Jokowi untuk melakukan tes di RSPAD Gatot Soebroto. Tes ini harus dilakukan karena Menteri Perhubungan Budi Karya positif corona.

"Bapak Tito dan istri telah melakukan tes kemarin Minggu 15 maret 2020 pukul 14.30 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta," tambah dia.

Menteri BUMN Erick Thohir dan Mendagri Tito Karnavian berbincang sebelum ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
  1. Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir hari ini telah menjalani pemeriksaan untuk mengetahui risiko virus corona di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Hal tersebut dilakukan sesuai standar prosedur, setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terkena virus corona.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan hasil pemeriksaan pada Erick Thohir negatif. Erick pun tetap beraktivitas seperti biasa.

“Hasil dari tes yang dilakukan di RSPAD kepada Pak Menteri, Pak Erick Thohir, hari ini sudah diberikan bahwa beliau tidak ada masalah dan sehat, dan tetap beraktivitas seperti biasa,” kata Arya dalam keterangannya, Minggu (15/3).

Arya menjelaskan, Erick Thohir akan tetap bekerja setiap hari dan memastikan Kementerian BUMN berjalan dengan baik. Tak hanya itu, dia pun memastikan seluruh BUMN akan bekerja untuk memenuhi seluruh operasional yang ada selama ini.

“Dan tetap bekerja juga untuk mensupport yang namanya melawan corona,” katanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan paparan saat konferensi pers terkait dampak virus corona di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
  1. Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat berada dalam Ratas yang diikuti Menhub Budi Karya sebelum dinyatakan positif corona. Sri Mulyani bahkan duduk satu barisan dengan Budi, mereka hanya dipisahkan oleh menteri ATR/BPN Sofyan Djalil.

Kenyataan itu kemudian menimbulkan isu di tengah publik bahwa Sri Mulyani berkemungkinan kuat untuk tertular. Sri Mulyani lantas membantah kabar itu dengan mengunggah aktivitasnya di instagram pribadi.

"Beberapa pihak bertanya mengenai kondisi saya, dengan merebaknya virus corona (Covid-19). Saya, alhamdulillah tetap sehat dan terus melakukan tugas sebagai Menkeu secara penuh," tulis Sri Mulyani.

Ada pun aktivitas yang ia unggah itu, yakni video konferensi dengan jajaran pejabat Kemenkeu. Sri Mulyani menjelaskan, mereka tengah merumuskan kebijakan dan langkah-langkah APBN dan keuangan negara dalam menangani penyebaran corona.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rahayu Puspasari, menjelaskan Sri Mulyani pun telah menjalani tes untuk mengetahui risiko penularan Covid-19.

“Sesuai standar penanganan pelacakan (contact tracing), mereka yang kemungkinan berinteraksi dengan seseorang yang positif terkena Covid-19, maka dilakukan tes untuk mengetahui risiko penularan. Hingga saat ini Menkeu masih terus menjalankan tugasnya secara penuh dan sehat,” ujar Puspa kepada kumparan, Minggu (15/3).

Selain merampungkan hitung-hitungan keuangan negara, menurut Puspa, Sri Mulyani juga menyiapkan langkah untuk meminimalisir penularan virus corona. Yakni dengan menganjurkan PNS di lingkup Kemenkeu untuk bekerja dari rumah.