Hasil Tes Psikologi Dwi yang Bunuh Istri Siri dan Anak: Suka Teka-teki dan Film Seram-Intelijen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampang Dwi Agus saat dampingi keluarga korban buat laporan orang hilang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tampang Dwi Agus saat dampingi keluarga korban buat laporan orang hilang. Foto: Dok. Istimewa

Polisi mengungkap kondisi psikologis Dwi Bagus Martono (40) tersangka pembunuhan istri siri, Dini (30), dan anak tirinya di Madiun. Dari hasil pendalaman awal, tersangka diketahui memiliki tingkat kecerdasan yang baik, tetapi menyukai hal-hal yang berkaitan dengan teka-teki serta tayangan bergenre intelijen dan horor.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan latar belakang Dwi tergolong sebagai orang berpendidikan. Tersangka juga terbiasa bekerja di lingkungan pekerjaan dengan aturan yang ketat dan teratur.

"Dari latar belakang orangnya kan dia orang berpendidikan, ya. Berpendidikan, dia selalu kerja di tempat yang tertib, teratur, seperti itu latar belakangnya dia," kata Jumhur kepada wartawan, Kamis (29/10).

Martha Amalia Iflahah, istri sah Dwi Bagus memeluk suaminya saat proses rekonstruksi di Madiun, Selasa (27/10/2026). Foto: Dok. kumparan

Untuk mendalami kondisi kejiwaan tersangka secara lebih rinci, penyidik melibatkan tim ahli psikologi. Dari pengamatan awal terhadap latar belakang dan kecenderungannya, polisi mendapati karakteristik khusus pada sosok Dwi.

"Dia dari sisi kecerdasan bagus, dari sisi kejiwaan memang dia senang berteka-teki, senang film yang serem dan intelijen," ujar Jumhur.

Meski demikian, Jumhur menegaskan bahwa pemeriksaan psikologi tersebut belum mengarah pada indikasi gangguan kejiwaan berat. Selama menjalani proses penyidikan dan pemeriksaan oleh polisi, kondisi psikologis Dwi terpantau masih stabil.

"Belum mengarah ke sana. Sampai saat ini kita lakukan pemeriksaan masih kondisinya stabil," pungkasnya.

Ditreskrimum Polda Jatim gelar konferensi pers kasus pembunuhan wanita bernama Dini Hardiyanti (30) dan anak balitanya, AGEF (4), oleh suami sirinya, Dwi Bagus Martono di Mapolda Jatim, Selasa (27/10/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Dwi Bagus Martono merupakan lulusan bidang teknik dari salah satu politeknik manufaktur di Bandung. Ia bekerja sebagai surveyor di bidang geofisika dan geoteknik.

Dwi telah beristri dengan Martha yang menetap di Madiun. Pada 2023, Dwi disebut menikah siri dengan Dini di Samarinda. Dini telah memiliki seorang anak (AGEF) dari hubungan sebelumnya. Martha tidak tahu menahu suaminya memiliki hubungan dengan Dini.