Hasil Tracing Usai 7 Sekolah di Jakarta Ditutup: Negatif Corona

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah siswa mengenakan masker menghadiri Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Pondok Labu 14 Pagi, Jakarta, Senin (30/8).  Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah siswa mengenakan masker menghadiri Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Pondok Labu 14 Pagi, Jakarta, Senin (30/8). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dinas Pendidikan DKI Jakarta sempat menutup 7 sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) karena ada kasus corona dan pelanggaran prokes. Tim dari Puskesmas langsung menurunkan petugas tracing setelah mendapat laporan itu.

“Jadi semuanya itu dalam isolasi mandiri dan semua di tracing 7 sekolah oleh pihak puskesmas lalu dilakukan testing PCR Alhamdulillah negatif,” ujar Taga saat dihubungi kumparan, Kamis (30/9).

Taga menjelaskan mekanisme tracing yang dilakukan mulai dari identifikasi siswa yang terkonfirmasi positif hingga dilakukan tes PCR.

“Misal, si anak itu ketemu siapa, kemudian interaksi dengan siapa, semua di tracing oleh puskesmas terdekat kemudian dilakukan testing dengan PCR dan hasilnya negatif,” jelasnya.

Penjaga sekolah membersihkan ruang kelas SMAN 81 Jakarta Timur jelang penambahan sekolah yang menggelar pembelajar tatap muka (PTM) pada Senin, (13/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Taga menjelaskan ke depannya jika ditemukan kembali kasus COVID-19 di sekolah yang menjalani PTM terbatas akan segera diberlakukan penutupan 3x24 jam.

“Kalau sekolah ada kekhususan pihak puskesmas akan tracing secepatnya anak itu ketemu siapa ngobrol dengan siapa duduk dengan siapa dekat dekatnya itu posisinya bagaimana semuanya di-tracing kemudian dengan tes PCR,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, dapat disimpulkan, memang dilaporkan adanya kasus corona yang menyebabkan sekolah harus ditutup sementara. Tapi, tidak ada klaster di sekolah karena hasil tracing negatif.

Kini, 7 sekolah yang sempat ditutup sudah dibuka kembali dan menggelar PTM.