Hasto: Dewan Kolonel Tak Ada di AD/ART, Kader Harus Disiplin!

21 September 2022 19:37
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sekjen PDIP Hasto Kristianto saat Penutupan Kader Pratama PDIP di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2022). Foto: Dok. PDI
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PDIP Hasto Kristianto saat Penutupan Kader Pratama PDIP di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2022). Foto: Dok. PDI
ADVERTISEMENT
Sekjen PDIP Hasto Kristianto menegaskan pembentukan ‘Dewan Kolonel’ untuk mendukung Ketua DPP PDIP Puan Maharani hanya guyonan politik. Ia menyebut perkumpulan tersebut tidak sesuai dengan AD/ART partai.
ADVERTISEMENT
“Tidak ada yang namanya ‘Dewan Kolonel’ karena hal tersebut juga tidak sesuai AD/ART,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (21/9).
Hasto menyebut akan segera memberi tahu Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto terkait tugas dan fungsi legislasi. Pasalnya, Dewan Kolonel sudah menjadi sorotan publik usai diungkap sejumlah anggota fraksi di DPR.
Anggota Komisi III Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan sebelumnya menyebut Dewan Kolonel itu disiapkan untuk mendukung Puan menjadi capres di Pilpres 2024. Namun, Hasto mengingatkan agar fraksi fokus dengan tugasnya.
“Saya memberi tahu kepada Pak Utut selaku ketua fraksi bahwa Fraksi PDIP tugas utamanya adalah sebagai DPP partai di dalam memperjuangkan seluruh ideologi dan platform partai fungsi legislasi dan pengawasan,” ujarnya.
Hasto mengungkap Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri juga kaget saat mengetahui adanya ‘Dewan Kolonel’. Ia menyampaikan, Megawati telah mengingatkan agar kader disiplin dan berpolitik dengan melihat konteks.
ADVERTISEMENT
"Seluruh kader agar berdisiplin apalagi terkait dengan capres dan cawapres yang dinamikanya sangat kuat dan diingatkan oleh Bu Ketum berpolitik harus melihat konteks," tuturnya.
“Konteks saat ini adalah partai turun ke bawah membantu rakyat membangun harapan rakyat, apalagi dalam situasi yang belum pulih akibat pandemi. Kemudian disusul kebijakan yang terpaksa harus diambil berupa kenaikan BBM. Jadi fokus kader partai di situ,” tandasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020