Hasto: Di Medsos Mahfud Punya Restriksi Paling Kecil
·waktu baca 1 menit

KPU RI baru saja menggelar debat kedua Pilpres 2024 yang diikuti ketiga cawapres di JCC Senayan, Jumat (22/12). Usai debat, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut selama debat pihaknya terus memantau penerimaan masyarakat terhadap cawapres mereka, Mahfud MD, di media sosial.
"Kalau kami lihat, monitoring dari sosmed, maka Prof Mahfud itu memiliki restriksi (penolakan) yang paling kecil," kata Hasto di JCC Senayan usai debat.
Selain itu, Hasto menilai, selama debat Mahfud tak pernah melancarkan serangan-serangan jebakan. Sebab, menurutnya, Mahfud tak perlu melakukan itu karena punya pengalaman panjang.
"Panggung yang dipakai Prof Mahfud adalah panggung pengalaman, panggung komitmen, panggung kemanfaatan dari kebijakan pemerintah untuk kepentingan wong cilik. Ini yang membedakan," nilai Hasto.
"Sementara Mas Gibran lebih banyak ke textbook," imbuhnya.
Jika bisa dinilai, Hasto menyebut Mahfud adalah juara dalam debat kali ini. Kata Hasto, gagasan-gagasan yang dilontarkan Mahfud selama debat adalah sebuah solusi untuk keadilan.
"Keadilan adalah yang harus ditegakkan dulu, terutama di ranah ekonomi untuk kepentingan rakyat melalui distribusi aset tanah-tanah negara, misalnya, untuk kepentingan rakyat. Itu yang membedakan karena Prof Mahfud berbicara apa yang dibutuhkan rakyat, bukan apa yang dibutuhkan konglomerat," pungkas Hasto.
