Hasto: Gibran Tak Lagi Keluarga PDIP, Sudah Digolkarkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Gibran Rakabuming menyampaikan sambutan di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat jelang pendaftaran pasangan ke KPU, Rabu (25/10/2023). Foto: Youtube/Kemenangan Indonesia Maju
zoom-in-whitePerbesar
Gibran Rakabuming menyampaikan sambutan di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat jelang pendaftaran pasangan ke KPU, Rabu (25/10/2023). Foto: Youtube/Kemenangan Indonesia Maju

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sudah bukan bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan.

Hasto juga mengaku mendapat telepon dari Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, yang menyebut bahwa Gibran di 'kuningkan' atau digolkarkan.

"Kami sudah menerima telepon dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bahwa Mas Gibran ini di 'kuningkan', digolkarkan maka otomatis Gibran karena mencalonkan bersama Prabowo sudah tidak menjadi bagian dari keluarga PDIP lagi," kata Hasto usai membuka Rapat Koordinasi Daerah DPD PDIP NTB di Mataram, dikutip dari Antara, Minggu (5/11).

Lebih lanjut, Hasto mengatakan berdasarkan konstitusi capres-cawapres diusung oleh partai politik atau gabungan parpol. Sedangkan dalam hal ini, PDIP, PPP, Hanura, dan Perindo sudah mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat diwawancarai wartawan di Media Center, TPN Ganjar Pranowo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2023). Foto: Fadlan/kumparan

"Ini juga diatur dalam pilkada, sehingga di dalam pilpres pun calon presiden dan calon wakil presiden memiliki KTA ganda maka tidak bisa [dicalonkan]," ujarnya.

Menurut Hasto, Gibran juga sudah pamit ke Puan Maharani. "Dipenuhi artinya Gibran yang sudah pamit melalui Mbak Puan. Itu artinya pamit untuk dicalonkan dengan Partai Gerindra dan Golkar," ujarnya.

Terkait kabar PDIP kesulitan memecat Gibran, Hasto pun memberi jawaban.

Pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka tiba untuk menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (26/10/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Politik itu bicara tentang etika, rakyat yang menyuarakan itu. Karena di atas partai ada rakyat," kata Hasto.

Hasto melanjutkan, karena Gibran sudah dicalonkan oleh partai lain maka secara otomatis Gibran sudah tidak memiliki KTA PDIP.

"Oh tidak [KTA] karena secara resmi kalau masih kader PDIP, maka Gibran tidak bisa dicalonkan oleh Golkar. Itulah ketentuan konstitusi kecuali kalau dilakukan perubahan lagi. Kan kemarin sudah dilakukan perubahan untuk usia dan pengalaman," tandasnya.