Hasto: Gus Sholah Benar-Benar Menjaga Khitah NU

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto melayat Salahudin Wahid atau Gus Sholah. Hasto datang di rumah duka sesaat sebelum Gus Sholah diberangkatkan ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jaktim.
Dalam kesempatan itu, Hasto mengatakan, sudah menyampaikan belasungkawa dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada keluarga besar Gus Sholah.
"Kami sudah menyampaikan ke Ibu Megawati Soekarnoputri dan beliau menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Gus Sholah," kata Hasto di rumah duka Gus Sholah, Tendean, Senin (3/2).
Hasto juga mengungkapkan bahwa kader partainya juga mengucapkan ucapan duka cita. Serta akan memerhatikan pemakaman almarhum
"Seluruh kader PDI Perjuangan tidak hanya mendoakan Gus Sholah agar khusnul khotimah tetapi juga memberikan perhatian terhadap pemakaman beliau di Pondok Pesantren Tebu Ireng," tutur Hasto.
Selain itu, Hasto mengatakan Gus Sholah adalah tokoh penting bagi bangsa. Sehingga Indonesia kehilangan tokoh besar.
"Benar-benar menjaga NU pada khitahnya tahun 1926 sehingga kami sangat kehilangan dan di bawah kepemimpinan beliau pondok pesantren Tebu Ireng mengalami kemajuan yang begitu pesat luar biasa," sebut Hasto.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, wafat, Minggu (2/2) pukul 20.55 WIB. Gus Sholah meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit selama dua pekan akibat gangguan ritme jantung.
Gus Sholah tak hanya dikenal sebagai ulama, tapi juga aktivis dan politisi. Adik kandung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini pernah menjabat sebagai anggota MPR di masa awal reformasi tahun 1998.
Nama pria berusia 78 tahun ini semakin dikenal saat menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2004 lalu mendampingi Wiranto. Namun, keduanya gagal lolos dan tersingkir di putaran pertama dengan perolehan suara 22,15 persen.
