Hasto: Kekuasaan yang Desainnya Kedaulatan Rakyat Telah Diubah untuk Keluarga

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengajak audiens di acara bedah buku 'Merahnya Ajaran Bung Karno' untuk berjuang membebaskan kedaulatan rakyat yang telah dirusak.
Menurut Hasto, Presiden Pertama RI Sukarno mengajarkan terkait semangat pembebasan. “Kita punya kitab pembebasan melalui pemikiran-pemikiran Bung Karno,” ujar dia di Museum Multatuli, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (16/8).
Hasto melanjutkan, tujuan diskusi dengan membahas buku 'Merahnya Ajaran Bung Karno' adalah untuk membangun semangat pembebasan atas kedaulatan rakyat.
Tujuan kita adalah merombak struktur kekuasaan yang tidak adil, struktur kekuasaan yang desainnya adalah untuk kedaulatan rakyat telah diubah untuk keluarga.”
-Hasto Kristiyanto
Menurut Hasto, hilangnya kedaulatan rakyat dapat dikembalikan dengan intelektualitas. Ia pun mengajak hadirin untuk berjuang bersama.
“Ini yang harus kita lakukan, perlawanan dari aspek intelektual hingga menjadi gerakan saudara-saudara sekalian,” ucap dia.
Ia membandingkan perjuangan saat ini dengan perjuangan petani Indonesia di zaman kolonialisme Belanda.
“Bayangkan seorang petani melawan kolonialisme Belanda. Mereka berjuang mati hidup. Ini menjadi bagian dari sejarah perjuangan dari hasrat setiap manusia untuk memiliki jiwa-jiwa yang merdeka. Memiliki suatu jiwa yang menentang setiap bentuk ketidakadilan,” ujar dia.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama pengamat politik Rocky Gerung, penulis buku “Merahnya Ajaran Bung Karno” Airlangga Pribadi, dan sejarawan Bonnie Triyana menghadiri bedah buku Merahnya Ajaran Bung Karno yang diadakan Alumni GMNI Lebak di Museum Multatuli, Lebak, Banten pada Jumat (16/8).
Dalam kesempatan ini, mereka berdiskusi tentang buah pikir Bung Karno. Tak hanya itu, Rocky dan Hasto beberapa kali menyentil pemerintah Indonesia.
