Hasto: Mahfud Berintegritas Tinggi, Tak Perlu Mundur dari Menteri

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi para pejabat negara yang maju di Pilpres 2024. Ada tiga calon akan bertarung mereka adalah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Namun, empat orang di antara mereka adalah pejabat negara. Mereka adalah Wakil Ketua DPR RI Cak Imin, Menko Polhukam Mahfud MD, Menhan Prabowo Subianto dan Walkot Solo Gibran.
Hasto menuturkan, Mahfud MD tidak perlu mundur dari jabatannya sebagai menteri meskipun ia diusung oleh PDI Perjuangan jadi cawapres Ganjar Pranowo.
Hasto Kristiyanto meyakini, meski masih menjabat sebagai Menko Polhukam, Mahfud MD memiliki komitmen yang besar sehingga tugasnya sebagai menteri tidak perlu mundur.
"Prof Mahfud ini kan komitmen bagi bangsa dan negara jauh lebih besar daripada pribadi dan keluarga. Sehingga tugas kenegaraan harus berjalan dan itu tidak bertentangan dengan undang-undang," ujar Hasto di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia, Gajah Mada, Jakarta Barat, Jumat (27/10).
Menurut Hasto, rakyat masih berharap Mahfud MD tetap menjabat sebagai Menko Polhukam.
Ia juga meyakini Mahfud memiliki integritas tinggi dan tidak akan menyalahgunakan kekuasaan.
"Rakyat justru mengharapkan Prof Mahfud tetap menjabat sebagai Menko Polhukam dan beliau sosok yang punya integritas tinggi untuk tidak menyalahgunakan kekuasaannya untuk tertib," ucap Hasto.
Hasto lantas membandingkan capres-cawapres lainnya seperti Prabowo yang juga merangkap jabatan capres dan Menteri Pertahanan.
Ia juga mencontohkan Gibran yang merangkap jabatan sebagai Wali Kota Solo dan cawapres dari Prabowo Subianto.
"Yang penting rakyat bersama-sama untuk mengawasi agar kontestasi bisa berlangsung dengan baik," imbuh dia.
Hasto percaya masyarakat dapat menjadi pengawas yang baik bagi capres-cawapres yang saat ini merangkap jabatan.
"Dan kami meyakini bahwa civil society akan menjadi pengawas yang baik, supaya tidak ada abuse of power," kata Hasto.
"Dan kami meyakini yang namanya Pak Ganjar, Prof Mahfud MD, itu betul-betul punya komitmen untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan," pungkas dia.
