Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Hasto: Mohon Ibu Megawati Tak Perlu Jenguk, Saya Sehat
27 Februari 2025 17:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, meminta kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk tidak perlu menjenguknya. Hasto saat ini ditahan di Rutan KPK usai ditetapkan tersangka kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan Harun Masiku.
ADVERTISEMENT
"Kami untuk memohon kepada Ibu Megawati Soekarnoputri untuk tidak perlu menjenguk saya. Karena saya dalam keadaan sehat, bahkan semangat bersama dengan sesama teman-teman di Merah Putih ini," kata Hasto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (27/2).
Menurut Hasto, Megawati merupakan pemimpin besar. Sehingga memiliki tanggung jawab yang sangat luas.
"Karena beliau juga menjalankan misi-misi perdamaian, pemikiran-pemikiran geopolitik Soekarno. Bahkan rencana akan mengadakan Pancasila Summit. Dan itu sangat penting untuk menyampaikan kepada dunia," tambah Hasto.
Apalagi, Hasto menyampaikan, sudah memiliki banyak teman di Rutan KPK. Ia bercerita sudah sering berolahraga bersama, bahkan sambil menyanyikan lagu nasional.
"Kami kalau olahraga itu bahkan sekarang menyanyikan lagu-lagu wajib. Bahkan tadi ada yang menyanyikan lagu-lagu daerah yang penuh semangat dan juga apa yang kami jalani, akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Karena kami meyakini bahwa kebenaran akan menang," ujarnya.
Di sisi lain, Hasto juga meminta kepada seluruh kader PDIP agar tetap semangat.
ADVERTISEMENT
"PDI Perjuangan adalah partai yang biasa menghadapi gelombang dan terjangan badai. Badai pasti berlalu," tuturnya.
Kasus Hasto
Dalam kasusnya, Hasto dijerat sebagai tersangka dalam dua perkara. Pertama, yakni tersangka kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) eks Caleg PDIP Harun Masiku dan dugaan perintangan penyidikan.
Dalam perkara dugaan suap, Hasto diduga menjadi pihak yang turut menyokong dana. Ia dijerat sebagai tersangka bersama Donny Tri Istiqomah selaku orang kepercayaannya.
Suap diduga dilakukan agar Harun ditetapkan sebagai anggota DPR melalui proses PAW. Caranya adalah dengan menyuap Komisioner KPU saat itu Wahyu Setiawan. Nilai suapnya mencapai Rp 600 juta.
Suap itu diduga dilakukan oleh Hasto bersama Donny Tri Istiqomah, Harun Masiku, dan Saeful Bahri. Suap kemudian diberikan kepada Agustiani Tio F dan juga Wahyu Setiawan.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, terkait dengan perkara dugaan perintangan penyidikan, Hasto melakukan serangkaian upaya seperti mengumpulkan beberapa saksi terkait Masiku dengan mengarahkan para saksi itu agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya.
Tidak hanya itu, pada saat proses tangkap tangan terhadap Masiku, Hasto memerintahkan Nur Hasan—seorang penjaga rumah yang biasa digunakan sebagai kantornya—untuk menelepon Masiku supaya merendam HP-nya dalam air dan segera melarikan diri.
Kemudian, pada 6 Juni 2024, atau 4 hari sebelum Hasto diperiksa sebagai saksi terkait Masiku, ia juga memerintahkan stafnya yang bernama Kusnadi untuk menenggelamkan HP milik Kusnadi agar tidak ditemukan oleh KPK.
Atas perbuatannya, Hasto dijerat dengan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 5 Ayat 1 huruf b dan Pasal 21 atau Pasal 13 UU Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
ADVERTISEMENT