Hasto: Pileg Proporsional Tertutup Pilihan Terbaik, Kaderisasi Partai Berjalan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Rabu (24/9/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Rabu (24/9/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Pemilu Legislatif digelar proporsional tertutup adalah pilihan terbaik.

Menurutnya, proporsional tertutup senada dengan ideologi bangsa yang mengedepankan demokrasi musyawarah.

“Sikap PDI Perjuangan di dalam Kongres memang mengedepankan proporsional tertutup karena demokrasi elektoral apalagi hanya berbasis populisme terjadi semacam political industrial complex. Itu harus diluruskan agar senapas dengan ideologi bangsa, demokrasi musyawarah, demokrasi keterwakilan dan peserta pemilu di dalam pemilu legislatif adalah partai politik,” ucap Hasto di Jakarta, Rabu (24/9).

“Sehingga sikap untuk mengedepankan proporsional tertutup adalah pilihan terbaik dengan catatan partai juga melakukan demokratisasi di internal, melakukan kaderisasi, kepartaian. Sehingga yang dicalonkan adalah mereka-mereka yang sangat memahami dan memiliki kualifikasi tertinggi di dalam menjalankan fungsi legislasi,” tambahnya.

Surat Suara Pileg DPD RI. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Menurut Hasto, PDIP masih terbuka untuk dialog bersama partai lain, sebelum RUU Pemilu akan dibahas di DPR.

“Ya ini kan masih dalam suatu proses sehingga dialog-dialog itu juga akan dilakukan tentu juga bersama dengan pemerintah karena bagaimanapun juga kita harus belajar dari pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya,” ucap Hasto.

“Ada fenomena politikal industrial complex dan kemudian merubah watak demokrasi kita menjadi sangat kapitalistik, memerlukan investasi politik yang begitu besar dan juga membawa beberapa dampak yang harus kita evaluasi secara terbuka untuk kepentingan bangsa dan negara kita,” tambahnya.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menangis usai menyambut kehadiran Sekjen PDIP periode 2019-2025 Hasto Kristiyanto jelang penutupan Kongres ke-6 PDI Perjuangan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Sabtu (2/8/2025). Foto: Monang Sinaga/Antara Foto

Lebih lanjut, Hasto menilai, untuk Pemilu Presiden dan Kepala Daerah tetap dilakukan secara terbuka dan dipilih langsung oleh rakyat.

“Sehingga terjadi pembagian, mana yang dipilih langsung oleh rakyat karena dengan dipilih langsung oleh rakyat ada kepastian legitimasi kekuasaan dari rakyat dan kemudian masa jabatan fix 5 tahun,” ucap Hasto.

“Tetapi untuk pemilu legislatif karena pesertanya adalah partai politik maka kami usulkan proporsional tertutup dan semuanya nanti melalui suatu proses dialog di parlemen,” tandasnya.

RUU Pemilu sendiri sudah masuk dalam 52 RUU Prolegnas Prioritas 2025. Hal ini sudah disetujui dalam Rapat Paripurna DPR.