Hasto soal Puan Sebut RK Tak Mungkin Cawapres Ganjar: Hormati Etika Politik

19 September 2023 17:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ridwan Kamil jogging di CFD Jakarta, Minggu (17/9/2023). Foto: Instagram/@sport.bigpapaphoto
ADVERTISEMENT
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan pernyataan Ketua DPP Puan Maharani yang menyebut Ridwan Kamil tak lagi masuk dalam bursa cawapres Ganjar Pranowo.
ADVERTISEMENT
Dia mengatakan, Puan menekankan pentingnya etika dalam berpolitik.
"Jadi sebenarnya kan muncul berbagai judul-judul yang berbeda karena dalam politik pemberitaan itu kan ada click bait. Jadi dari Mbak Puan kalau kita penjelasannya adalah PDI Perjuangan (PDIP) ini menghormati etika politik," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa (19/9).
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri Rakernas ke III PDIP di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selatan (6/6/2023). Foto: PDIP
Menurutnya, PDIP menghormati keputusan Golkar yang sudah mendukung Prabowo Subianto menjadi capres 2024.
"Kalau partai itu sudah menyatakan dukungannya kepada capres tertentu otomatis ya secara etika politik harus dihormati oleh PDI Perjuangan dan Pak Ridwan Kamil kan merupakan bagian dari Partai Golkar yang sudah mendorong calon presiden yaitu Bapak Prabowo," ucapnya.
"Nah sementara Pak Airlangga juga diusung untuk menjadi calon wakil presiden sehingga pernyataan-pernyataan dari Partai Golkar itulah yang dihormati oleh PDI Perjuangan," sambung Hasto.
ADVERTISEMENT
Namun, Hasto menuturkan komunikasi PDIP dengan Ridwan Kamil masih terus dilakukan.
"Ya komunikasi kan dilakukan multi-level. Pak RK ini adalah sosok yang menempatkan benang merah perjuangan Bung Karno. Sehingga dulu saya datang diundang peletakan batu pertama, pembangunan patung Bung Karno di tempat yang sangat strategis," katanya.
Dia mengatakan, tak menutup kemungkinan PDIP akan kembali bertemu Ridwan Kamil dalam peresmian patung Bung Karno di Bandung. Namun, keputusan cawapres Ganjar berada di tangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Setelah ini kan ada progres. Nanti kan ada peresmian. Jadi komunikasi tetap dijalankan. Tapi terkait dengan siapa yang dampingi Pak Ganjar Pranowo itu nanti Ibu Megawati Soekarnoputri," tandas Hasto.