Hasto Tegaskan Tak Ada Pertemuan Megawati dan Jokowi di Lebaran Tahun Ini

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto saat halal bihalal di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto saat halal bihalal di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan tak ada pertemuan antara Presiden Jokowi dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat momen Lebaran 1445 H.

Pernyataan Hasto ini merespons adanya video-video lama yang diunggah di media sosial dan dinarasikan sebagai pertemuan di Lebaran tahun ini.

"Saya mau klarifikasi juga bahwa video yang beredar tentang pertemuan antara Ibu Mega dan Pak Jokowi pada saat Lebaran itu sama sekali tidak benar, tidak ada pertemuan," kata Hasto di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).

Dia menuturkan saat ini PDIP menjadi benteng dari demokrasi. Sehingga, kata Hasto, Megawati hanya akan bertemu dengan pihak-pihak yang memperjuangkan kepentingan bangsa daripada kelompok tertentu dan keluarga.

"Kami menjadi benteng demokrasi. Sehingga, pertemuan hanya dilakukan terhadap orang-orang yang memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara, kedaulatan rakyat itu yang memperjuangkan demokrasi," ucap dia.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi berbincang dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat halal bihalal Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah di kediaman Megawati Soekarnoputri, jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (27/4/2023). Foto: Monang/ANTARA FOTO

Hasto pun menyebut hubungan Megawati dan Jokowi sudah renggang setelah konstitusi dikhianati demi memberi jalan Gibran Rakabuming Raka maju di pilpres 2024.

"Ya ketika konstitusi sudah dikhianati, ketika demokrasi sudah dikebiri, ketika supremasi hukum sudah dilanggar," tutur Hasto.

"Spirit anti nepotisme, kolusi, dan korupsi, kemudian bersemai dengan dukungan kekuasaan, apakah ini kita biarkan? Sebagai bangsa pejuang, kita kan punya suatu prinsip," tandas dia.