Hasto Ungkap Pertemuan dengan JK: Beliau Khawatir Pemilu Tak Lagi Demokratis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Konsolidasi TPN Ganjar-Mahfud di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12/2023). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Konsolidasi TPN Ganjar-Mahfud di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12/2023). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku pernah bertemu dengan Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), untuk membahas situasi politik terkini. Hasto menyebut JK sangat khawatir dengan kondisi demokrasi menjelang 2024.

"Saya sendiri pernah bertemu dengan Bapak Jusuf Kalla, di mana beliau juga sangat mengkhawatirkan terhadap kecenderungan pemilu yang sepertinya sudah bergeser, tidak lagi menempatkan rakyat yang berdaulat untuk menentukan pemimpinnya," kata Hasto di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (12/1).

Meski, Hasto tidak membeberkan kapan pertemuan tersebut terjadi. Hasto menuturkan, banyak ancaman demokrasi yang terjadi saat ini seperti politisasi bantuan sosial (bansos) hingga bantuan langsung tunai (BLT).

"Banyak iming-iming bansos, BLT, ya itu baik buat program kerakyatan," ucap dia.

"Tetapi jangan dipolitisasi, karena bansos BLT itu adalah siapa pun Presidennya, itu merupakan komitmen kerakyatan sebagai perintah konstitusi, fakir miskin anak telantar dipelihara negara," tambah Hasto.

Tak hanya itu, Hasto mengatakan tim hukum TPN Ganjar-Mahfud juga sudah membangun komunikasi dengan Timnas AMIN membahas intimidasi yang terjadi selama pemilu.

"Tim hukum kami memang sudah membangun komunikasi. Jadi komunikasi di dalam menghadapi intimidasi itu telah dilakukan, antara paslon 1 dan 3, melalui tim kampanye nya masing-masing," pungkas Hasto.