Hasutan Penjarahan Muncul saat Wabah Corona Landa Meksiko

Warga Meksiko khawatir langkah yang diambil pemerintah untuk menangkal virus corona dapat memicu gelombang penjarahan.
Saat ini Meksiko sudah mengambil langkah seperti melarang acara-acara tidak penting dan memberlakukan social distancing.
Seiring diterapkan langkah tersebut, terjadi perampokan dan gerakan di sosial media untuk merampok pusat-pusat bisnis.
Kepolisian di ibu kota Mexico City pada Selasa (24/3) telah menangkap 10 orang yang mencoba merampok di empat wilayah.
Untuk meredam potensi tindakan kriminal, otoritas setempat mendorong agar masyarakat tetap tenang dan tak perlu melakukan penjarahan. Sebab, pasokan pangan dan obat-obatan dipastikan cukup.
Wali Kota Mexico City Claudia Sheinbaum juga menyatakan, otoritas akan melakukan pemantauan, demi mencegah terjadi aksi kriminal dan kericuhan.
"Kami sudah melakukan pemantauan permanen di sosial media bila nantinya terjadi provokasi untuk melakukan penjarahan," kata Sheinbaum, seperti dikutip dari Reuters.
Meski demikian, beberapa pemilik toko di Mexico City mengakui masih takut. Pasalnya, di sosial media dan pesan berantai Whatsapp kabar mengenai bakal terjadi penjarahan terus beredar.
"Di tengah pandemi di Meksiko, luar biasa memang, masih ada orang yang merencanakan penjarahan," kata seorang pemilik toko di Mexico City.
"Saya minta aparat untuk meningkatkan kewaspadaan sebab pemilik bisnis takut dijarah dan diserang," sambung dia.
Kementerian Keamanan Masyarakat Meksiko mengakui tersebarnya pesan provokatif di tengah pandemi corona. Mereka telah mengidentifikasi 29 akun facebook yang menghasut warga menjarah toko.
Di Meksiko, pandemi corona sudah menjangkit 475 orang. Sebanyak enam orang di antaranya meninggal dunia.
*****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
