Hati-hati, Ini Modus Kejahatan Calo yang Ingin Memperdaya Calon TKI
·waktu baca 2 menit

Hingga saat ini, masih banyak orang yang tergoda untuk berangkat ke luar negeri secara ilegal untuk mengadu nasibnya. Salah satu tujuan utama TKI ilegal adalah Malaysia.
Menurut perkiraan Kementerian Luar Negeri saat ini ada sekitar 2 juta imigran ilegal asal Indonesia bekerja di Malaysia.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha mengatakan, Pemerintah saat ini masih menghadapi tantangan berat, yakni tata kelola penempatan pekerja migran Indonesia (PMI atau TKI) secara mudah, murah, cepat, dan aman.
Sedangkan calo mengiming-imingi cara yang mudah namun berbahaya. Bahkan, mereka tak mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan, sehingga tidak ada perlindungan bagi WNI di negeri orang.
Judha pun membeberkan modus yang sering digunakan untuk menarik calon imigran ilegal. Ia juga memperingatkan warga untuk terus waspada atas modus dari para calo.
“Ketika ada orang-orang atau calo itu, modusnya kan deception, penipuan. Kalau ada yang menawarkan pekerjaan yang gajinya tidak masuk akal, too good to be true, jangan mudah percaya. Karena itu biasanya modus penipuan,” ungkap Judha ketika dihubungi kumparan, Kamis (16/12).
“Kalau sudah dikasih uang di awal, jangan diterima. Karena itu modus kejahatan utang. Dua modus itulah yang sering dilakukan calo-calo kita di Indonesia,” ujar Judha.
Ia meminta warga untuk tetap mengikuti prosedur yang legal, dan sadar bahwa perlindungan yang paling efektif adalah perlindungan terhadap diri sendiri.
“Mayoritas [orang] ke luar negeri itu kan untuk memperbaiki kehidupan, ya, dengan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Tapi, lakukanlah dengan cara yang benar. Kalau tidak benar, itu bukan penghidupan yang kita dapat, tapi malah hilang nyawa,” kata dia.
Selain itu, Judha mengatakan Pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk menindak calo-calo, atau yang dikenal dengan sebutan tekong, yang mengorganisir penyelundupan imigran ilegal.
“Bagi pihak-pihak yang memberangkatkan, yang tidak sesuai prosedur bahkan membahayakan saudara-saudara kita, kita lakukan penegakan hukum yang tegas. Di sisi Malaysia, kita dorong penegakan hukum terhadap tekong-tekong, penampungan, tekong-tekong yang memberangkatkan harus ditindak tegas. Jadi ada efek jera,” tutupnya.
