Hatta Ali: Pemilihan Ketua MA Kali Ini Bersejarah, Digelar saat Wabah Corona

6 April 2020 11:12 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua MA Hatta Ali. Foto: Youtube/@Mahkamah Agung
zoom-in-whitePerbesar
Ketua MA Hatta Ali. Foto: Youtube/@Mahkamah Agung
ADVERTISEMENT
Mahkamah Agung (MA) menggelar pemilihan Ketua pengganti Hatta Ali yang memasuki masa pensiun pada 7 April.
ADVERTISEMENT
Dalam pemilihan tersebut, seluruh Hakim Agung memakai masker dan sarung tangan, serta jarak antar mereka dibatasi sekitar 1,5 meter.
Dalam sambutannya, Hatta Ali mengatakan pemilihan kali ini bersejarah karena terpaksa digelar saat wabah virus corona.
"Kita menemukan ketidaklaziman seperti pengaturan kursi Hakim Agung dengan jarak lebih 1 meter, penggunakan masker dan sarung tangan, serta modifikasi dalam proses pemilihan," ujar Hatta Ali dalam sambutannya yang disiarkan secara live streaming di Gedung MA, Jakarta, Senin (6/4).
"Model ini tidak mengurangi keabsahan sidang, namun mengakomodir kondisi, keadaan, mungkin tidak akan kita temukan lagi dalam jangka waktu yang lama. Karena berdasarkan penelitian siklus ini terjadi setiap 100 tahun. Pemilihan Ketua MA ini juga mencatatkan sejarahnya sendiri," lanjutnya.
Ketua Mahkamah Agung Muhammad Hatta Ali saat laporan tahunan MA. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Hatta Ali menyatakan, pemilihan tersebut tetap digelar bukan karena ingin melawan imbauan pemerintah agar jangan berkumpul.
ADVERTISEMENT
"Namun ini semata-mata demi kepentingan MA sebagai cabang kekuasaan negara yang harus terus tegak di bawah kepemimpinan tertinggi," ucapnya.
Meski demikian, kata Hatta Ali, pemilihan kali ini tetap mengikuti protokol pencegahan COVID-19. Seperti tak mengundang tamu dan hanya dihadiri seluruh hakim agung sebagai pemilik hak suara serta panitia pemilihan.
"Kondisi ini tidak mengurangi makna keterbukaan dalam pemilihan, karena proses ini dapat disaksikan langsung secara live streaming oleh publik, media, dan warga pengadilan," ucapnya.
Ia juga meminta para Hakim Agung dapat memilih Ketua MA tanpa intervensi apa pun, kecuali intervensi hati nurani. Sehingga Ketua MA yang baru bisa tetap menjaga harkat, martabat, dan marwah MA.
Suasana sebelum pemilihan Ketua Mahkamah Agung. Foto: Youtube/@Mahkamah Agung
"Saya akan memasuki masa pensiun besok 7 April. Namun secara adminstratif saya akan menanggalkan jabatan Ketua MA pada 1 Mei 2020. Besar harapan saya hakim agung dapat memilih Ketua MA tanpa intervensi apa pun, kecuakli intervensi hati nuraninya," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!