Heboh Banser Datangi Wakapolres Majalengka, Ini Penjelasan Polda Jabar

27 Februari 2024 13:35 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Banser. Foto: Oky Lukmansyah/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Banser. Foto: Oky Lukmansyah/Antara Foto
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Beredar video memperlihatkan anggota Banser mendatangi Polres Majalengka, Jabar, untuk mempertanyakan status Facebook diduga milik Wakapolres Majalengka Kompol Bayu Purdantono terkait batalnya pengajian Ustaz Syafiq Riza Basalamah di Masjid Assalam, Surabaya pada 22 Februari 2024.
ADVERTISEMENT
Dalam status Facebook dengan nama akun Bayu Purdantono tampak dia menuliskan:
Melihat pengajian beliau diganggu sama ormas hurus B. Sy jadi makin semangat untuk belajar & berlatih lalu sekolah. Semoga suatu saat sy bisa jadi Kapolres yg ada ormas B ini di wilayah tersebut. Sy undang Ustad terbaik dari Salaf utk ngisi pengajian berbobot. Saya ikut pengajian itu, gak perlu anggota jaga di depan. Cukup saya di teras luar, coba lihat kelak ada nyali gak mereka.
Banser dari GP Ansor menolak pengajian Ustaz Syafiq di Surabaya karena menuding ustaz yang memiliki jutaan follower di media sosial itu memiliki kaitan dengan organisasi HTI dan radikal.
Acara pengajian itu semula sudah dibatalkan menyusul penolakan GP Ansor setempat, tapi banyak jemaah tetap berdatangan ke masjid. Mereka tak mengetahui bahwa pengajian dibatalkan. Kericuhan sempat terjadi. Peristiwa tersebut sudah berakhir dimediasi antara Banser dengan panitia pengajian Ustaz Syafiq.
ADVERTISEMENT
Masih dalam video yang beredar, tampak anggota Banser telah bertemu dengan Kompol Bayu. Dalam pertemuan itu Bayu juga menyampaikan permohonan maaf.
Ustaz Dr. Syafiq Riza Basalamah Foto: Youtube/SyafiqRizaBasalamahOfficial
Penjelasan Polda Jawa Barat
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, Kompol Bayu mengaku bahwa itu merupakan Facebooknya. Namun dia membantah membuat status itu, dia beralasan akunnya di-hack orang lain.
"Bukan dia itu. Akun itu sudah bukan dia, di-hack dan diambil alih," kata Jules saat dihubungi, Selasa (27/2).
kumparan juga telah mengkonfirmasi hal itu ke Kompol Bayu. Dia juga mengaku Facebook itu tak lagi digunakannya.
"Memang benar itu akun saya, akun sudah lama, akun buat main game-lah, cuma saya nggak tahu teledornya saya kemarin itu ada upaya phising intinya pas keluar tulisan itu, akunnya saya udah nggak pegang," jelasnya.
ADVERTISEMENT