Heboh Bocah di Tuban, Jatim, Dikabarkan Disunat Genderuwo

Seorang bocah berusia 4,5 tahun di Tuban, Jatim, bernama Indra menggegerkan masyarakat. Sebab, alat kelamin Indra bengkak, sehingga menurut warga diduga disunat oleh sosok hantu genderuwo.
Indra merupakan warga Dusun Kidul Sawah, Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban. Saat ini, bocah itu sudah ditangani pihak medis untuk pengobatan.
Nuryati mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sore (9/8). Pada saat itu, Indra dan ibunya berkunjung di rumah bibinya yang beralamat di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.
"Awalnya itu habis tidur siang langsung belajar. Belajarnya ya saya temani di rumah bibinya," ujar ibu kandung Indra, Nuryati (25), kepada wartawan, Selasa (11/8).
Sore itu, Indra tengah belajar membaca di ruang tamu rumah bibinya. Indra terlihat ngomong sendirian. Orang di rumah itu tak mengira, Indra diduga tengah berkomunikasi dengan mahluk halus genderuwo yang hendak menyunatnya.
"Saya ya tidak curiga apa-apa. Tahu-tahu dia minta antar pengin pipis dan saat pipis itu kelaminnya sudah bengkak. Saya ya kaget," katanya.
Nuryati mengatakan, Indra cerita bahwa ia didatangi orang memakai baju putih dan membawa gunting. Kepada ibunya, Indra mengaku sempat menolak saat mau disunat oleh genderuwo.
"Dia cerita banyak, kalau mau disunat. Tapi mungkin gagal atau gimana. Setelah itu pada malamnya bengkaknya semakin besar, seperti orang yang habis disunat. Jadi ya semua keluarga khawatir," ujar Nuryati.
Setelah mengetahui kondisi alat kelamin Indra semakin bengkak, pihak keluarga kemudian membawanya ke mantri sunat yang ada di Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Tuban.
Lebih lanjut Nuryati mengungkapkan, setelah dilakukan penanganan, akhirnya kondisi kelamin anaknya sudah kembali normal meski tidak sekalian disunat.
"Setelah diperiksakan ke Mantri sekarang sudah tidak bengkak lagi. Sekarang sudah kembali seperti semula," pungkas Nuryati.
Indra merupakan anak laki-laki satu-satunya dari Nuryati. kejadian yang dialami ini terbilang langka.
