Heboh Curhatan Warga soal Harga Pecel Lele di Lesehan Malioboro Tak Masuk Akal

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pecel lele. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pecel lele. Foto: Shutter Stock

Seorang perempuan mengeluh di media sosial soal mahalnya harga pecel lele di salah satu warung lesehan di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Dia menyebut harga pecel lele di warung tersebut tak masuk akal.

Dalam video yang beredar, warganet itu harus membayar sekitar Rp 37 ribu untuk seporsi pecel lele. Masing-masing Rp 20 ribu untuk pecel lele, Rp 7 ribu untuk nasi dan Rp 10 ribu untuk lalapan.

"Hai semua sekarang aku di Jalan Malioboro di pinggiran ini banyak banget lesehan-lesehan yang menurut gue harganya di luar nalar," kata wanita di video tersebut.

Harga tersebut jauh dari hasil survei Paguyuban Lesehan Malam Malioboro, harga pecel lele satu porsi lengkap di warung-warung lesehan Malioboro berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu.

kumparan post embed

Pemkot Yogya Telusuri Pecel Lele Harga Mahal di Malioboro

Pemkot Yogyakarta lantas menelusuri adanya warung lesehan di Jalan Malioboro yang nuthuk atau menaikkan harga dengan tak wajar. Hasilnya tidak ada warung lesehan di Malioboro yang nuthuk.

"Jadi dari penelusuran tim Jogoboro dan sudah ketemu dengan seluruh pedagang dan pimpinan komunitas, di sepanjang jalan Malioboro tidak ada," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi .

Heroe menjelaskan, bahwa pedagang dan komunitas beberapa minggu lalu sudah bertemu dan menyatakan diri tidak akan nuthuk. Musababnya, sudah ada kesepakatan jika ada pedagang yang nuthuk maka tidak boleh berjualan di Malioboro.

"Jadi kami belum menemukan itu (warung nuthuk) di sepanjang Jalan Malioboro," ujarnya.

"Saya percaya, meskipun selama libur Lebaran yang lalu kondisi Malioboro tidak seperti tahun-tahun pada umumnya, tapi saya yakin para pedagang dan komunitas Malioboro tidak akan melakukan tindakan yan mencoreng Malioboro. Pasti ada oknum yang selama ini tidak masuk dalam komunitas Malioboro," tambah dia.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Heroe menuturkan, pihaknya masih mencari warung yang nuthuk harga itu. Menurutnya, bisa saja peristiwa yang viral itu terjadi di sirip-sirip luar Malioboro.

"Saat ini kami masih mencari jika kemungkinan terjadi di sirip-sirip jalan Malioboro. Jika ketemu akan beri sanksi tegas, tidak boleh berdagang di kawasan Malioboro," ucap dia.

UPT Cagar Budaya bersama pimpinan komunitas Malioboro selama ini sudah melakukan sidak ke para pedagang. Mulai dari kesiapan protokol kesehatan hingga melihat harga yang ditawarkan ke pembeli.

Penerapan kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di Jalan Malioboro sejumlah toko dan pedagang kali lima menutup lapak dagangannya pukul 19.00 WIB. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Pemkot Yogya Ancam Tutup Lesehan Malioboro yang 'Nuthuk' Harga

Heroe Poerwadi mengatakan, jika keluhan dari warganet itu benar maka pihaknya tidak segan-segan menutup warung itu selamanya.

"Sebab jika itu benar, makanya sanksinya jelas dan tegas, yaitu ditutup selamanya," kata dia.

"Kami pasti akan tindak tegas. Sudah kebijakan sejak awal, siapa pun yang menarik harga tidak sesuai ketentuan dan tidak normal harganya, maka sanksinya jelas. Saat itu juga ditutup dan tidak boleh jualan selamanya di Malioboro," ucap Heroe.

Menurut Heroe, pedagang dan komunitas di Malioboro sudah sepakat untuk menertibkan setiap anggota yang nuthuk harga.

Ia meminta kepada wisatawan untuk tak segan-segan melaporkan peristiwa serupa ke petugas di Malioboro. Mulai dari Jogoboro hingga satpol pp di Malioboro.

Ilustrasi pecel lele. Foto: Shutter Stock

Paguyuban Lesehan Malioboro Siap Usut Asal Ada Bukti

Menyikapi peristiwa ini, Paguyuban Lesehan Malam Malioboro siap membantu mengusut apabila ada bukti yang jelas.

"Selama ada bukti-bukti yang benar contoh nota ata bil, nama warung pasti kita bantu," kata Ketua Paguyuban Lesehan Malam Malioboro Sukidi.

Dia menegaskan, akan ada sanksi bila memang ada warung lesehan yang nuthuk atau menaikkan harga dengan tidak wajar.

"Untuk sanksi pasti mas. Dari dulu sudah ada sanksi kalau memang benar-benar itu terbukti," ujarnya.

Dia juga mengimbau agar konsumen tidak hanya sekadar cari viral di media sosial. Ketika mendapatkan hal yang dirasa tak sesuai, konsumen bisa mengadu lewat prosedur yang ada.

Penerapan kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di Jalan Malioboro sejumlah toko dan pedagang kali lima menutup lapak dagangannya pukul 19.00 WIB. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Harga Pecel Lele Rp 15 Ribu hingga Rp 18 Ribu

Sukidi menuturkan, hasil survei paguyuban, harga pecel lele satu porsi lengkap di warung-warung lesehan Malioboro berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu. Dia mempertanyakan soal keluhan warganet itu.

"Hasil survei kami harga tertinggi di lapangan pecel lele Rp 15 ribu sampai Rp 18 ribu per porsi. Tapi tadi di medsos disebut Rp 20 ribu plus lalapan Rp 10 ribu. Apa benar?," kata dia.

Selain itu harga menu di lesehan Malioboro juga telah tercantum di daftar harga. Sehingga konsumen pun dapat membaca sebelum memesan makanan.

"Saran kami jangan terus ngomongnya di medsos. Kan juga ada sarana pengaduan konsumen baik lewat UPT dan pemkot. Juga sedia kotak saran. Dan kami pun siap membantu sebagai pengurus paguyuban untuk penyelesaiannya bila ada hal-hal yang kurang puas," ujarnya.

Di sisi lain, wisatawan juga harus memahami mana lesehan yang di Jalan Malioboro dan sirip-sirip luar Malioboro.