Heboh Diduga Babi Ngepet Terekam CCTV di Depok, Polisi Selidiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi babi Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi babi Dok. Istimewa

Penampakan hewan yang disebut-sebut babi ngepet terekam CCTV di Jalan Pakarena II, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (21/5) dan viral.

Pengurus lingkungan setempat, Yanti, mengatakan, dugaan babi ngepet berawal dari seorang warga yang melihat adanya hewan mirip babi masuk ke lingkungan warga. Lalu esok harinya warga tersebut mengecek CCTV.

“Dilihatnya Minggu sekitar pukul 03.50 WIB dan esok harinya melihat dari CCTV dan ternyata ada penampakan itu,” ujar Yanti, Rabu (24/5/).

Lokasi penampakan diduga babi ngepet di Jalan Pakarena II, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa

Sebagian warga menduga hewan tersebut bukan babi ngepet, tetapi hewan liar yang nyasar ke kawasan tersebut.

“Paling dugaannya hewan nyasar, tidak heboh seperti memanggil paranormal, sewajarnya aja,” ucap Yanti.

Yanti mengungkapkan, usai rekaman CCTV viral di media sosial, warga diminta untuk waspada agar hewan liar tidak masuk ke rumah.

“Paling hanya waspada aja jangan sampai masuk ke rumah, karena itu kan kejadiannya malam, bukan siang,” ungkap Yanti.

Menurutnya, di sekitar lingkungan tersebut tidak ada peternakan babi. Namun di lokasi lain di daerah Jembatan Panus yang berjarak sekitar 2,5 km, ada sebuah peternakan babi.

“Menurut teman saya ada peternakan babi dekat Jembatan Panus,” kata Yanti.

Lokasi penampakan diduga babi ngepet di Jalan Pakarena II, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Foto: Dok. Istimewa

Terkait kabar tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, mengatakan polisi sedang melakukan penyelidikan.

"Kita pastikan dulu apakah benar babi ngepet atau sekadar babi yang lewat," kata Yogen.

Kasat Reskrim Polres Depok AKBP Yogen Heroes. Foto: Thomas Bosco/kumparan

Bila kabar tersebut meresahkan warga dan sengaja dimunculkan demi kepentingan tertentu, maka bisa dilakukan penindakan.

"Kalau itu memang terjadi, kami akan mencoba mencari siapa provokatornya," ucapnya.