Heboh Gumpalan Busa Hitam Beterbangan di Subang: Bau Menyengat
·waktu baca 2 menit

Warga Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, dihebohkan dengan kemunculan gumpalan busa berwarna hitam yang beterbangan hingga memasuki kawasan permukiman, Senin (28/10/2025).
Gumpalan busa tersebut awalnya disangka awan hitam yang turun dari langit terbawa oleh udara hingga turun ke pemukiman warga dan pesawahan.
Fenomena tak lazim ini terekam warga viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 detik itu, tampak busa hitam pekat melayang di udara dan menempel di jalan serta atap rumah warga.
Rohim, salah seorang warga setempat menyebut, busa tersebut berbau menyengat dan menimbulkan rasa gatal ketika bersentuhan dengan kulit.
“Awalnya kami kira asap kebakaran, dan awan hitam yang jatuh terbawa angin, tapi pas didekati ternyata busa hitam. Bau banget, kayak limbah pabrik,” ungkap Rohim (45), warga setempat kepada wartawan, Rabu (29/10/2025).
Beberapa warga menduga, busa misterius itu berasal dari limbah cair industri yang dibuang ke saluran air tanpa pengolahan memadai.
"Dugaan tersebut menguat karena di sekitar lokasi terdapat sejumlah pabrik yang beroperasi di sektor kimia dan tekstil," katanya.
Sementara itu terkait viralnya berita tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang menyatakan tengah melakukan penelusuran untuk memastikan sumber busa tersebut.
“Kami sudah kirim tim ke lokasi untuk mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium. Hasilnya akan segera diumumkan begitu analisis selesai,” ujar Kepala DLH Subang, Dedi Supriatna.
Dedi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menghindari kontak langsung dengan busa tersebut hingga ada hasil resmi dari pemeriksaan.
Fenomena ini menambah daftar panjang persoalan pencemaran lingkungan di wilayah industri Subang. Di kawasan tersebut juga khususnya di jalur Pantura, sering menjadi tempat pembuangan limbah B3, yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat.
