Heboh Ibadah Jemaat GPdI Didatangi Kades, Plt Bupati Sidoarjo Turun Mediasi
·waktu baca 2 menit

Plt Bupati Sidoarjo, Subandi, mengumpulkan Kepala Desa Mergosari, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan rumah ibadah, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Desa Mergosari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, pada Senin malam (1/7).
Pertemuan ini merupakan buntut dari tindakan Kepala Desa Mergosari, Eko Budi Santoso, yang mendatangi sebuah rumah yang dijadikan tempat ibadah jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tarik pada Minggu (30/6).
Eko saat itu datang untuk menagih surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang digunakan jemaat GPdI Tarik.
Dalam pertemuan tersebut, Subandi menyatakan bahwa disepakati kegiatan ibadah di rumah tersebut dihentikan sementara hingga perizinan dilengkapi sesuai aturan yang berlaku.
"Selama menunggu izin selesai, ibadah dapat dilakukan di rumah masing-masing. Bukan berarti tidak boleh beribadah," ujar Subandi dalam keterangannya, Selasa (2/7).
Subandi memerintahkan perangkat Desa Tarik untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik terkait toleransi antar umat beragama.
"Dengan begitu, isu-isu negatif tidak akan meluas," ucapnya.
"Saya sebagai pimpinan daerah berharap komunikasi yang baik dapat terjalin. Kami tidak akan mempersulit," tambah Subandi.
Ia menjelaskan bahwa pendirian rumah ibadah memerlukan sosialisasi dan penerimaan dari lingkungan sekitar. Jika sudah ada izin dari lingkungan, perangkat desa tidak boleh mempersulit.
"Semua harus dikomunikasikan dengan baik. Insyaallah, jika komunikasi berjalan lancar, masalah apa pun bisa diselesaikan," jelasnya.
Subandi juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, masalah kecil yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cepat, sering kali dibesar-besarkan karena informasi yang tidak lengkap.
Masyarakat diimbau untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sembarangan membagikan informasi, baik tulisan, foto, gambar, maupun potongan video, jika belum jelas kebenarannya. Apalagi, jika potongan video itu bisa menimbulkan persepsi negatif dan meresahkan.
Mari bersikap bijak. Jangan sedikit-sedikit memviralkan sesuatu di medsos. Saring dulu sebelum sharing," kata Subandi.
"Kami sebagai pimpinan daerah akan terus membangun komunikasi. Setiap tempat ibadah yang dibangun diharapkan benar-benar bermanfaat bagi warga Sidoarjo," lanjutnya.
