Heboh Mahasiswa UGM Mesum Saat KKN, Apa Sih KKN Itu?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kampus UGM. Foto: Reezky Pradata/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kampus UGM. Foto: Reezky Pradata/Shutterstock

Mahasiswa UGM diduga berbuat mesum saat KKN (Kuliah Kerja Nyata). Dugaan kasus ini ramai di media sosial. Pihak kampus pun tengah menginvestigasi kasus tersebut.

Mahasiswa KKN UGM sebenarnya baru dilepas pada 23 Juni lalu. Total ada 7.079 mahasiswa dari 19 fakultas yang dilepas untuk Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM).

Mereka mengabdi di 31 provinsi, 97 kabupaten, 204 kecamatan, dan lebih dari 400 desa di penjuru Indonesia.

Ketua BEM KM UGM Gielbran Muhammad Noor membenarkan mahasiswa KKN UGM baru dilepas 23 Juni lalu.

Tugas dalam KKN

Dari keterangan resmi UGM, para mahasiswa KKN ini ditugaskan untuk membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa juga diminta membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan, mendorong kemandirian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Saat acara pelepasan, Rektor UGM Prof Ova Emilia mengatakan KKN merupakan program pembelajaran di luar kampus. KKN PPM juga diarahkan sebagai program peningkatan karakter mahasiswa agar memiliki empati dan kepedulian terhadap permasalahan riil masyarakat.

"Mengusung tema Inklusi Mengabdi Bersama Masyarakat melalui KKN sekaligus menguatkan kiprah UGM untuk menghadirkan universitas dalam program pembangunan masyarakat. Program tersebut antara lain pengentasan kemiskinan, penguatan karakter kebangsaan, kepedulian, gotong royong, dan pelibatan di lingkungan sosial," kata Ova saat itu.

Mahasiswa KKN diharapkan bisa memberikan sumbangsih kepada pemerintahan di daerah dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Kemudian bisa memetakan akar masalah untuk mendapat solusi terbaik bagi masyarakat.

"KKN-PPM UGM sejauh ini telah menjadi program yang mampu mensinergikan kolaborasi berbagai mitra dari berbagai unsur," katanya.

Ova juga berpesan kepada para mahasiswa KKN untuk menjaga kesehatan selama bertugas dan menjaga nama baik kampus.

"Junjunglah nama baik UGM dengan integritas dan dedikasi kerja tinggi, kerja cerdas sehingga program kegiatan sudah direncanakan bisa berdampak dan kembali ke UGM dengan suatu kebanggaan," katanya.

Dalam pelepasan mahasiswa KKN itu turut hadir Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Teten mengatakan mahasiswa KKN ini akan bertemu dengan pelaku UMKM. Diharapkan mereka bisa membantu pengembangan UMKM.

"Sebesar 99,9% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Jadi di daerah adik-adik akan bertemu dengan pedagang kecil, pengrajin, petani skala kecil dan lainnya," katanya.

Di sana mahasiswa juga dapat belajar menjadi entrepreneur.

"Ada satu lagi untuk menjadi negara maju perlu menyiapkan pebisnis tangguh. Sementara Indonesia baru memiliki 3,47 persen entrepreneur padahal negara maju pebisnisnya minimum 4%," katanya.

BEM Tunggu Hasil Investigasi

Ketua BEM KM UGM Gielbran Muhammad Noor mengaku baru mendapatkan informasi dugaan mahasiswa KKN mesum itu semalam.

"Saya baru dapat infonya semalam. Saya juga ada agenda juga jadi baru dapat infonya semalam," kata Gielbran melalui sambungan telepon, Senin (3/7).

Gielbran mengatakan dugaannya peristiwa itu suka sama suka. Maka dari itu BEM KM UGM belum bisa masuk untuk menangani. Beda halnya apabila kasus yang terjadi adalah kekerasan seksual.

"Saya rasa tidak ada kaitannya dengan kekerasan seksual karena suka sama suka. Itu mungkin lebih ke ranah etik kewenangan universitas," katanya.

BEM KM UGM masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut dari kampus. Jika ternyata ditemukan tindak kekerasan BEM akan turun tangan.

Soal dugaan kasus ini, UGM menyatakan tengah melakukan investigasi.

"Lagi diinvestigasi," kata Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni, Arie Sudjito, melalui pesan singkat, Senin (3/7).

Setelah investigasi, nantinya menurut Arie Direktur Pengabdian Masyarakat UGM akan memberikan penjelasan resmi.