Heboh Pemain Tendang 'Kung Fu' Lawan, Ini Penjelasan Bhayangkara FC
·waktu baca 2 menit

Viral di media sosial dugaan kekerasan yang terjadi dalam pertandingan antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 melawan Dewa United U20 dalam ajang Elite Pro Academy (EPA).
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (19/4) di Stadion Citarum. Dalam video yang beredar terlihat pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 yang diduga adalah Fadly Alberto Hengga menendang salah satu pemain Dewa United U20 hingga terjungkal.
Manajer Bhayangkara Presisi Lampung FC U20, Yongki Pandu Pamungkas membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan, perbuatan itu bukan hal yang baik
"Kami tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh pemain kami. Itu adalah tindakan yang tidak baik, apalagi di usia dini," ujar Yongki, Senin (20/4).
Ia menjelaskan, pada awalnya pertandingan normal. Namun pada menit ke-81, tim Dewa United berhasil menjebol gawang Bhayangkara Presisi Lampung FC. Gol sempat diprotes karena dinilai offside.
"Kami sempat protes terhadap keputusan wasit namun pertandingan tetap berlanjut," ucap Yongki.
Kemudian, situasi kembali memanas setelah terjadi pelanggaran yang diikuti provokasi dari pemain Dewa United. Cekcok kemudian terjadi antarpemain hingga berujung dugaan pemukulan terhadap pemain Bhayangkara.
"Setelah itu pemain Dewa berlari ke bench dan kembali melakukan provokasi. Karena situasi memanas dan kami sedang mengejar ketertinggalan, emosi pemain terpancing," imbuh dia.
Di tengah keributan itu, lanjut dia, sempat terjadi penendangan oleh pihak lawan ke pemain Bhayangkara. Bahkan menurut dia, pelatih Bhayangkara juga terkena pukulan.
"Terjadi pemukulan dulu oleh pemain Dewa United," imbuh dia.
Kemudian insiden tendangan "kung fu" oleh Alberto terjadi. Kepada Yongki, Alberto mengaku aksi tersebut dipicu oleh dugaan perlakuan rasis yang diterima sehingga memancing emosi.
"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Dari pengakuan pemain, ada unsur perlakuan rasis yang memicu emosi. Namun video yang beredar hanya menampilkan bagian akhir kejadian,” ungkapnya.
Yongki menyatakan tim pelatih tidak terlibat dalam kericuhan. Mereka bahkan berusaha melerai dan mengamankan pemain.
"Saat ini kami manajemen Bhayangkara FC U20 tengah melakukan evaluasi internal, terutama terhadap pemain yang terlibat. Kami juga akan melakukan pembinaan khusus agar tidak terjadi lagi," kata Yongki.
Dewa United mengecam keras tindak kekerasan tersebut. Presiden Dewa United FC, Ardian Satya Negara, pastikan bakal bawa insiden ini ke ranah hukum.
"Saya akan proses secara hukum untuk semua yang melakukan kekerasan. Karena bukan hanya pemain tapi juga ada pelatih [Bhayangkara U-20] yang melakukan pemukulan. Saya sangat kecewa dengan insiden ini," kata Ardian lewat keterangan tertulisnya.
