Heboh Remaja Perempuan di Karawang Berubah Kelamin Jadi Laki-laki

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sarta (69) kakek dari seorang remaja yang mengalami perubahan kelamin dari perempuan menjadi laki-laki di Karawang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sarta (69) kakek dari seorang remaja yang mengalami perubahan kelamin dari perempuan menjadi laki-laki di Karawang. Foto: Dok. Istimewa

Seorang remaja berinisial AP (16) di Karawang, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial. AP yang sebelumnya dikenal sebagai perempuan berinisial RSM, kini mengalami perubahan kelamin menjadi laki-laki.

AP merupakan warga Dusun Kandayakan, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Tempuran, Karawang. Dia saat ini duduk di kelas 3 MTs.

Perubahan kelamin yang dialami AP dari perempuan menjadi laki-laki, turut dibenarkan sang kakek, Sarta (69).

"Iya, sekarang ada tumbuh kayak laki-laki di kelaminnya," ucap Sarta saat ditemui di kediamannya, Rabu (21/5).

Sarta menyebut cucunya tengah dibawa ke RSUD Karawang untuk menjalani pemeriksaan medis. Nama cucunya pun kini sudah diganti menjadi nama laki-laki berinisial AP.

Sejak kelahiran, Sarta berujar bentuk kelamin cucunya nampak normal selayaknya perempuan. Hal itu dikuatkan dengan pernyataan paraji (dukun beranak) yang membantu persalinan AP dan menyatakan bahwa ia adalah perempuan.

"Tapi lama-lama kayak kelihatan ada perubahan, apalagi pas masuk SMP, tumbuh itunya (buah dan batang zakar)," ucap Sarta.

Mendapati hal yang aneh dari remaja tersebut, pihak keluarga lalu membawanya ke RSUD Karawang untuk memastikan kondisi fisiknya selama total 5 kali pemeriksaan.

Teranyar dokter menyatakan bahwa genetik RSM adalah laki-laki. Kemudian secara fisik pun dia memiliki jakun, tidak memiliki buah dada dan bersuara berat.

"Kata dokter memang enggak ada rahimnya, dibilang 'ini mah kamu laki-laki, mulai sekarang jangan pake kerudung lagi', dibilang gitu. Itu pas bulan puasa kemaren diperiksanya," kata dia.

Sejak saat itu cara berpakaian AP pun berubah, termasuk kerudung yang biasa ia pakai kini sudah dicopot.

"Akte, KK-nya sudah diganti jadi laki-laki. Anaknya mah alhamdulillah sih walau gitu dia enggak minder, tetap tegar," tutur Sarta.

Saat ini keluarga berharap AP mendapatkan penanganan medis yang tepat, termasuk kemungkinan menjalani operasi pada alat vitalnya.

"Katanya (AP) sudah jadi laki-laki aja," katanya.

Sarta berujar AP merupakan cucu kesayangannya. Di mata keluarga, AP adalah anak yang mandiri dan selalu membantu ekonomi keluarga. Contohnya saat musim panen tiba, AP bahkan selalu membantunya menjadi kuli panggul di sawah.

"Pas musim panen ikut bantu, dia kuat manggul 50 kilogram gabah," tuturnya.

Sarta menambahkan, sejak bayi AP memang dirawat oleh ia dan istrinya, karena kedua orang tuanya sudah bercerai tanpa satu pun dari mereka yang membawa AP.

Mereka tinggal di rumah sederhana seluas 3x6 meter berbahan bilik bambu dan triplek. Kondisi rumah tersebut amat memprihatinkan. Hal itu terlihat dari lantainya yang beralaskan tanah dan dindingnya yang sudah rusak. Bahkan atap dapurnya pun nampak jebol.

"Kalau ujan ya wayahna (terpaksa) air masuk, banjir," jelas Sarta.

Penjelasan Dinkes Karawang

Kepala Dinkes Karawang, Endang Suryadi. Foto: Dok. Istimewa

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang, Jawa Barat merespons kasus seorang remaja yang mengalami perubahan alat kelamin.

"Kami sudah menurunkan tim kesehatan untuk mengecek langsung kondisi anak tersebut," ujar Kepala Dinkes Karawang, Endang Suryadi, Rabu (21/5).

Endang menjelaskan, kondisi AP termasuk kasus remaja interseks yang tergolong langka. Meskipun demikian, kasus seperti ini bisa saja terjadi pada seseorang.

"Kejadian ini mirip seperti yang pernah terjadi di wilayah Bogor. Sejak lahir terlihat seperti perempuan, namun kemudian muncul dominasi hormon laki-laki," terangnya.

Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan guna menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan tindakan operasi.

"Kami akan kaji dari hasil pemeriksaan tim, apakah perlu tindakan operasi atau penanganan medis lainnya," tutup Endang.

Akan Dioperasi

Dihubungi terpisah, Humas RSUD Karawang, Luthfi, menyebut remaja tersebut telah menjalani pemeriksaan lanjutan. Dia dipersiapkan untuk menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sesuai rujukan yang diminta oleh keluarga pasien.

"Hari ini pasien datang kembali untuk pemeriksaan lanjutan. Dari hasil observasi dokter urologi, ditemukan adanya testis pada pasien," terangnya.

Lutfi menjelaskan, berdasarkan hasil observasi dokter urologi, RSM didiagnosis mengalami hipospadia penoskrotal, bifid skrotum, disorder of sex development (DSD).

"Secara medis, pasien ini adalah laki-laki. Tindakan operasi akan dilakukan di RS Hasan Sadikin, tinggal menunggu kesiapan dari pihak keluarga," jelasnya.

Pihaknya memastikan akan terus mengawal proses rujukan dan mendampingi RSM hingga penanganan medis terlaksana dengan tuntas.

"Kami akan bantu hingga proses selesai. Tapi soal tindakan medis selanjutnya, itu sudah menjadi wewenang RSHS," tutupnya.