Heboh UGM vs ITB Usai Pilkada Jakarta

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

facebook embed

"Kemenangan Anies ini adalah kekalahan telak bagi ITB"

Begitu kira-kira pekikan semangat menggebu dari seorang alumni ITB, Lena Ganda Saptalena, di akun media sosial Facebooknya.

Postingan Lena ini viral di media sosial. Ia terlihat merasa kampus tercintanya 'dikalahkan' oleh kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penyebabnya adalah kemenangan Anies Baswedan pada hasil quick count Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Ia menyebut, posisi-posisi penting di Indonesia kini didominasi oleh lulusan UGM.

"RI-1.......... UGM! DKI-1........ UGM! Jateng-1... UGM! DIY-1.........UGM! Benar-benar negara ini telah dikuasai oleh penjajah UGM! Terlalu!!," ungkapnya.

Singsingkan lengan badjoe kalian! Kita ospek adik2 kita 100x lebih keras! Karena kehidupan njata itoe keras, djenderal! Kita godok adik2 kita di kawah tjandradimoeka agar kelak mereka siap mengembaliken tampoek kepemimpinan ke tangan pemilik negeri jang sjah, jaitoe seperti pendiri negeri ini, aloemni ITB gadjah doedoek!

Memang benar, jika ditilik posisi-posisi yang disebutkan tadi diisi oleh lulusan UGM. Presiden Joko Widodo merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UGM. Sementara itu Anies merupakan lulusan Fakultas Ekonomi UGM, Ganjar Pranowo yang notabene gubernur Jateng adalah alumnas Fakultas Hukum UGM dan Sri Sultan Hamengkubuwono X adalah salah satu produk terbaik asal FISIP UGM.

UGM (Foto: ugm.ac.id)

Selain nama-nama kepala daerah tersebut, masih ada beberapa lulusan UGM yang mengisi posisi penting di Indonesia. Mereka adalah Pratikno, Menteri Sekretaris Negara, Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan, Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Luar Negeri, dan Muhadjir Effendy sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ada juga nama Menristekdikti Muhammad Nasir yang mendapatkan gelar S2 nya di sana.

Sementara menteri dari ITB hanya ada satu nama yakni Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Namun untuk jabatan menteri, UI menyumbangkan lebih banyak nama. Mereka lulusan sarjana UI adalah Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Selain itu ada juga Bambang Brodjonegoro, Khofifah Indah Parawansa dan Rudiantara pernah mengenyam pendidikan S2 di sana.

ITB dan UGM. (Foto: Facebook @institutteknologibandung @UGMYogyakarta)

Namun jika kembali dengan pernyataan Lena, kita lebih bisa membandingkannya lewat alumnusnya yang menjadi kepala daerah. Ternyata pernyataan Lena yang terkesan ingin menyemangati alumnus ITB untuk berkarya di dunia pemerintahan Indonesia ada benarnya. Sebab, dari 33 provinsi yang ada di Indonesia tidak ada satupun lulusan ITB yang menjadi pemimpin daerah.

Dari data yang dihimpun kumparan (kumparan.com) kampus terbanyak yang mencetak pemimpin daerah adalah UGM dengan 3 wakil seperti disebutkan di atas. Disusul dengan Universitas Sumatera Utara dan Universitas Indonesia yang lulusannya mengisi posisi gubernur.

Gedung ITB (Foto: Facebook ITB)

Berikut daftar lengkap gubernur (saat ini) di Indonesia beserta kampusnya:

Aceh: Zaini Abdullah: USU

Sumut: Tengku Erry Nuradi: USU

Sumbar: Irwan Prayitno: UI

Riau: Arsyadjuliandi Rachman: UNS

Jambi: Zumi Zola: IPB

Sumsel: Alex Noerdin Trisakti

Bengkulu: Ridwan Mukti: UII

Lampung: Muhammad Ridho Ficardo: UNPAD

Roestam Effendi: Babel: lulusan SMA

Kepulauan Riau: Univ Lancang Kuning

DKI Jakarta: Anies Baswedan: UGM

Jawa Barat: Ahmad Heryawan: LIPIA

Ganjar Pranowo Jawa Tengah: UGM

Yogyakarta: Sri Sultan Hamengkubuwono X: UGM

Jawa Timur: Soekarwo : Universitas Surabaya

Banten: Wahidin Halim: Universitas Indonesia

Bali: I Made Mangku Pastika AKABRI

NTB: M. Zainul Majdi: Univ Al Azhar Kairo

NTT: Frans Lebu Raya: Universitas Nusa Cendana

Kalimantan Barat: Cornelis: Akademi Pemerintahan Dalam Negeri

Kalimantan Tengah: Sugianto Sabran: Universitas Palangkaraya

Kalimantan Selatan: Sahbirin Noor: UNISKA Banjarmasin

Kalimantan Timur: Anwar Faroek Ishak: IKIP Malang

Kalimantan Utara: Irianto Lambrie: Universitas Mulawarman

Sulawesi Utara: Olly Dondokambey: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tri Dharma Widya Jakarta

Sulawesi Tengah: Longki Djanggola: Universitas Indonesia

Sulawesi Selatan: Syahrul Yasin Limpo: Universitas Hasanuddin

Sulawesi Tenggara: Nur Alam: Universitas Haluoleo

Gorontalo: Rusli Habibie: Universitas Pasundan

Sulawesi Barat: Ali Baal Masdar: Universitas Nasional

Maluku: Said Assagaf: Universitas Hasanuddin

Maluku Utara: Abdul Ghani Assuba: Universitas Islam Madinah

Papua Barat: Dominggus Mandacan: Universitas Negeri Papua

Papua: Lukas Enembe: Universitas Sam Ratulangi Manado

Namun pertanyaannya, bukankah ITB seharusnya mencetak memang banyak teknokrat bukan pejabat pemerintahan?

Universitas Gadjah Mada. (Foto: Facebook @UGMYogyakarta)