Helikopter Angkut Tim SAR Jatuh di Norwegia

29 Februari 2024 16:57 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Helikopter Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Helikopter Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Helikopter yang mengangkut tim search and rescue (SAR) jatuh di laut lepas pantai barat Norwegia, Rabu (28/2). Akibat kecelakaan ini, satu orang tewas dan 5 orang luka-luka.
ADVERTISEMENT
Armada udara Sikorsky S-92 yang dioperasikan oleh Bristow Norwegia VTOL.N itu sedang menjalani misi pelatihan pencarian dan penyelamatan saat kecelakaan terjadi.
"Keenam awak kapal semuanya diangkat dari laut oleh tim penyelamat, namun satu orang kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit," kata polisi dalam pernyataannya, Kamis (29/2) dikutip dari Reuters.
Salah satu dari anggota kru yang selamat masih dalam kondisi kritis. Satu orang lainnya terluka parah, sementara tiga lainnya luka ringan. Penyebab kecelakaan helikopter belum diketahui.
“Kami telah mengirimkan inspektur kecelakaan ke Stavanger dan Bergen untuk menyelidiki kecelakaan tersebut,” kata kepala Otoritas Investigasi Keselamatan Norwegia William Bertheussen kepada Reuters.
Ilustrasi Kecelakaan helikopter Foto: Liberto Urena/REUTERS
Kedua kota tersebut merupakan pusat tersibuk industri minyak dan gas Norwegia yang menghasilkan sekitar 4 juta barel setara minyak per hari. Insiden ini juga membuat mobilitas ke dan dari anjungan minyak dan gas lepas pantai negara itu tersendat.
ADVERTISEMENT
Bristow Group, selaku perusahaan yang mengoperasikan helikopter itu, memastikan akan sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang. Perusahaan juga sedang dalam proses mengumpulkan informasi yang relevan.
Sedangkan perusahaan Lockheed Martin LMT.N Sikorsky, yang memproduksi helikopter tersebut, mengatakan keselamatan adalah prioritas utama dan pihaknya siap mendukung penyelidikan.
Kelompok energi Equinor EQNR.OL mengatakan helikopter itu adalah armada pencarian dan penyelamatan yang biasanya melayani anjungan di ladang minyak dan gas Oseberg milik perusahaan di Laut Utara.
“Kami percaya terhadap jenis helikopter dan operatornya,” kata CEO Equinor Anders Opedal kepada lembaga penyiaran publik NRK.
Namun, Equinor menghentikan semua penerbangan helikopter reguler ke anjungan minyak dan gasnya di Norwegia, guna mempertimbangkan pihak yang terdampak dan memantau situasi.
ADVERTISEMENT
“Perusahaan berharap dapat mengembalikan operasional helikopter ke situasi normal dengan cepat, dan sekarang melakukan persiapan yang diperlukan untuk mencapai hal ini dengan aman,” kata perusahaan itu.