Helikopter Eastindo Air yang Jatuh di Kalsel Ditemukan: 1 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Helikopter Eastindo Air BK 117 D3 yang jatuh di Mantewe, Tanah Bumbu, Kalsel, ditemukan oleh Tim SAR pada Rabu (3/9/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Helikopter Eastindo Air BK 117 D3 yang jatuh di Mantewe, Tanah Bumbu, Kalsel, ditemukan oleh Tim SAR pada Rabu (3/9/2025). Foto: Dok. Istimewa

Helikopter Eastindo Air BK117-D3 dengan nomor registrasi PK-RGH yang jatuh di Mantewe, Tanah Bumbu, Kalsel, ditemukan oleh Tim SAR pada Rabu (3/9/2025) pukul 14.45 WITA.

Burung besi itu ditemukan oleh Tim SRU Alpha Team yang dipimpin oleh Adi Maulana asal Kotabaru pada sekitar 700 meter dari titik koordinat yang diberikan oleh KNKT.

“Bangkai helikopter yang hilang di Mantewe Tanah Bumbu berhasil kami temukan dalam keadaan terbakar,” kata Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo.

Yudhi menyebutkan bahwa 100 meter dari bangkai helikopter, terdapat satu orang penumpang helikopter dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Identitasnya belum diekspos. Korban yang ditemukan sudah dalam proses evakuasi menuju posko lapangan” katanya.

Tim SAR melakukan jumpa pers pencarian helikopter Eastindo Air BK 117 D3 yang jatuh di Mantewe, Tanah Bumbu, Kalsel, Rabu (3/9/2025). Foto: Dok. Istimewa

Berdasarkan pengamatan awal, masih terdapat korban di dalam helikopter, namun jumlahnya belum dapat dipastikan karena kondisinya terbakar.

“Untuk memastikan korban lainnya di dalam helikopter tim harus membongkar puing-puing helikopter bekas terbakar. Namun karena kondisi cuaca, kemungkinan besok akan dilakukan pembongkaran” ungkapnya.

Manifes

Penumpang:

  1. Mark Werren, WN Amerika Serikat;

  2. Santha Kumar, WN India;

  3. Claudine Quito, WN Brasil;

  4. Yudi Febrian WNI;

  5. Andys Rissa Pasulu, WNI;

  6. Iboy Irfan Rosa, WNI.

Kru:

  1. Kapten Haryanto, pilot;

  2. Hendra, engineer.

— — —

#JagaIndonesiaLewatFakta kumparan mengajak masyarakat lebih kritis, berperan aktif, bijak, dan berpegang pada fakta dalam menghadapi isu bangsa, dari politik, ekonomi, hingga budaya. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama.