Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar: Hilang Kontak, Semua Penumpang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan serpihan Helikopter di Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026). Foto: Dok. SAR Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan serpihan Helikopter di Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026). Foto: Dok. SAR Pontianak

Helikopter H130 dengan registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4) pagi.

Helikopter yang lepas landas dari Melawi menuju Kubu Raya itu hilang kontak pada pukul 09.35 WIB. Titik terakhir yang terdeteksi berada pada koordinat 00°12'00"S, 110°44'00"E.

"Betul, helikopter berisi 8 orang termasuk pilot, kru, dan penumpang," kata Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, saat dikonfirmasi, Kamis (16/4).

Berikut identitas 8 penumpang dan kru helikopter:

  1. Marindra / Lk (Pilot) Pontianak

  2. Harun Arasyid / Lk (Co. Pilot) Pontianak

  3. Patrick K / Lk Pontianak

  4. Victor T /Lk Pontianak

  5. Charles L / Lk Pontianak

  6. Joko C / Lk Pontianak

  7. Fauzie O / Lk Pontianak

  8. Sugito / Lk Pontianak

Sebanyak 20 personel gabungan dari SAR, Lanud Supadio hingga Paskhas dikerahkan untuk melakukan pencarian.

kumparan post embed

Jatuh di Hutan Perbukitan Terjal

Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak menunjuk peta yang memperlihatkan titik jatuhnya Helikopter Airbus H130 nomor registrasi PK-CFX di Kantor SAR Pontianak di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026) Foto: Jessica Wuysang/ANTARA FOTO

Area administratif kejadian masuk di sekitar Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

"Kondisi medan lokasi jatuhnya atau hilangnya kontak berada di kawasan hutan rimbun dengan topografi perbukitan terjal," kata Kepala Basarnas Marsdya Mohammad Syafii dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/4).

Basarnas melakukan upaya pencarian dengan menggunakan Heli Super Puma TNI AU pukul 13.10 WIB. Mereka menuju lokasi hilang kontak, dan menemukan ekor heli yang hilang.

"Pada pukul 15.25 WIB, Heli Super Puma TNI AU kembali ke Lanud Supadio. Hasil pemantauan ditemukan serpihan yang diduga ekor pesawat Helikopter Airbus H130 PK-CFX pada jarak kurang lebih 3 KM ke arah Barat dari titik awal hilang kontak," ujarnya.

Temuan itu lalu diinformasikan ke tim darat yang masih berupaya menembus lokasi.

"Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Perangkat Desa, dan Potensi SAR Kabupaten Sintang masih berupaya menembus titik koordinat pancaran sinyal alat penunjuk lokasi (ELT)," ucap Syafii.

kumparan post embed

Seluruh Penumpang Meninggal Dunia

Penampakan serpihan Helikopter di Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026). Foto: Dok. SAR Pontianak

Kabag Ops Polres Sekadau, AKP Sugianto, mengungkapkan seluruh penumpang helikopter tersebut meninggal dunia.

"Untuk titik koordinat (jatuhnya helikopter) sudah ditemukan dan semuanya (penumpang) sudah dinyatakan meninggal," ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya belum bisa mendekat ke titik jatuhnya pesawat untuk mengevakuasi para korban.

"Namun kami masih butuh waktu untuk melaksanakan evakuasi. Kami bersama, Polri-TNI rekan dari Basarnas, BPBD, rekan-rekan dari pemadam juga ada warga sekitar yang menolong kita dan mengarahkan ke koordinat tersebut," jelasnya.

kumparan post embed