Helikopter Militer Kanada Jatuh di Laut Mediterania saat Operasi NATO

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi helikopter militer Kanada. Foto: Mandatory credit CORPORAL SIMON ARCAND - CANADIAN ARMED FORCES/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi helikopter militer Kanada. Foto: Mandatory credit CORPORAL SIMON ARCAND - CANADIAN ARMED FORCES/via REUTERS

Helikopter militer Kanada jatuh di Laut Mediterania pada Rabu (29/4). Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan, ada enam orang dalam helikopter tersebut termasuk dengan pilot.

Sebelum ditemukan jatuh, helikopter jenis CH-148 itu sempat dilaporkan hilang kontak. Mereka sedang menjalani latihan dalam NATO Operation Reassurance untuk meningkatkan keamanan di Eropa Tengah dan Eropa Timur.

Helikopter itu akhirnya ditemukan Kamis (30/4). Sejauh ini, satu orang korban ditemukan tewas sementara lima lain hilang.

"Mereka semua adalah pahlawan. Masing-masing dari mereka akan meninggalkan kekosongan yang tidak dapat diisi," kata Trudeau dalam keterangannya, dilansir Reuters, Jumat (1/5).

Menteri Pertahanan Kanada Harjit Sajjan belum mengetahui penyebab jatuhnya helikopter itu. Namun data dan rekaman suara terkahir dari heli itu sedang diperiksa.

"Kami tidak akan meninggalkan satu pun (korban)," kata Sajjan terkait pencarian korban yang kemungkinan selamat.

"Sangat disayangkan bahwa kejadian ini adalah contoh lain dari bahaya yang dihadapi warga kita setiap hari," tambahnya.

embed from external kumparan

Sementara Kepala Staf Pertahanan Jenderal Jonathan Vance menuturkan, pihaknya menemukan puing besar di daerah Laut Iona, tempat helikopter itu jatuh.

Terkait satu korban tewas yang ditemukan, teridentifikasi atas nama Abbigail Cowbrough. Ibu Abbigail, Tanya Cowbrough, sangat terpukul dengan kematian anaknya. Begitu juga dengan Ayah Abbigail, Shane Cowbrough.

"Saya hancur dan patah hati," kata ayah Abbigail, Shane Cowbrough, dalam postingan Facebook.

"Tidak ada kata-kata. Kamu membuatku selamanya bangga. Aku akan selalu mencintaimu, dan merindukanmu setiap saat. Kamu adalah cahaya yang diambil dari hidupku terlalu cepat," lanjutnya,

Sedangkan lima orang yang masih hilang adalah Matthew Cousins, Kevin Hage, Ian MacDonald, Maxime Miron-Morin, dan Matthew Pyke.

Peristiwa ini menjadi tragedi militer paling mematikan di Kanada dalam 13 tahun jika upaya pencarian tidak menemukan korban yang selamat. Sebelumnya pada Juli 2007, enam tentara Kanada tewas akibat ledakan bom di pinggir jalan Afghanistan.

==========

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.