Hendri Satrio KedaiKOPI Luncurkan Buku 'Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo'
ยทwaktu baca 3 menit

Universitas Paramadina dan Lembaga Survei KedaiKOPI menggelar acara peluncuran dan bedah buku bertajuk "Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo: Komunikasi Politik, Ekonomi, dan Momentum Perubahan di Peralihan Zaman" di Auditorium Benny Subianto, Universitas Paramadina, Trinity Tower, Jakarta Selatan, Rabu (10/6).
Sumitro Djojohadikusumo adalah ayah dari Presiden Prabowo Subianto. Ia merupakan negarawan Indonesia dan salah satu ekonom paling berpengaruh. Sumitro pernah menjabat sebagai menteri di bawah pemerintahan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto secara bergantian antara 1950 hingga 1978.
Penulis buku sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menjelaskan buku ini ditulis menggunakan pendekatan komunikasi publik untuk memahami pemikiran Sumitro yang diterjemahkan oleh Prabowo saat ini.
"Buku 'Estafet Ideologi dari Sumitro ke Prabowo' ini saya tulis dalam rangka untuk mencoba memahami kira-kira pemikiran Sumitro waktu itu yang diterjemahkan oleh Pak Prabowo hari ini seperti apa, sebesar apa, dan kemudian semasif apa perbedaan yang sangat signifikan," ujar Hendri Satrio di lokasi acara.
Hendri menjelaskan bahwa estafet yang ia maksud bukan berarti Sumitro memberikan tongkat gagasan kepada Prabowo, melainkan Prabowo sendiri yang mengambil tongkat Sumitro untuk meneruskan gagasan-gagasannya.
"Estafet ini juga jangan diartikan bahwa Sumitro memberikan tongkat ke Pak Prabowo, tapi saya mengartikan estafet ini justru Pak Prabowo yang mengambil tongkat dari Sumitro untuk meneruskan gagasan-gagasannya dalam menyejahterakan Indonesia," lanjutnya.
Diapresiasi
Menteri Koperasi yang juga politikus Gerindra, Ferry Juliantono, mengapresiasi keberanian penulisan buku ini di tengah minimnya pembahasan ideologi di ruang publik saat ini.
"Jarang-jarang ada buku yang membahas tentang ideologi. Jadi Pak Hendri Satrio ini kita harus acungi jempol, punya keberanian untuk membicarakan tentang ideologi yang sekarang menurut saya, diskursus wacana publik itu jarang membicarakan tentang ideologi," kata Ferry.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, yang membuka acara menilai karya ini berhasil mendokumentasikan pemikiran Sumitro mengenai ekonomi kerakyatan.
"Buku ini merupakan sebuah buku yang berusaha mendokumentasikan sebuah pemikiran yang bersifat ideologis dari Pak Sumitro Djojohadikusumo, orang tua dari Pak Presiden Prabowo, yang merupakan pemikiran ekonomi kerakyatan, menerjemahkan Pasal 33 UUD RI dan kemudian bagaimana ekonomi itu dioperasionalkan," jelas Misbakhun
Sementara itu, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, memaknai tema estafet ini sebagai dasar ideologis Prabowo untuk melakukan hal yang benar ke depannya.
"Tema estafet ideologi ini menarik karena ideologi pada dasarnya adalah tentang doing right things atau melakukan suatu hal yang benar. Poin utamanya adalah bagaimana Pak Prabowo bisa meyakini bahwa apa yang beliau lakukan adalah hal yang benar, sehingga kebenaran tersebut juga dieksekusi dengan cara yang benar," papar Budiman.
Selain para pejabat negara, pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati, serta dosen Universitas Paramadina, Wachid Ridwan, juga tampak hadir sebagai pembahas utama dalam forum tersebut.
Ninasapti memaparkan bahwa dalam karya tersebut, pemikiran Sumitro mampu diterjemahkan ke dalam Asta Cita pada program pembangunan Prabowo.
"Pemikiran Sumitro kemudian diterjemahkan ke dalam Asta Cita yang merupakan program pembangunan Prabowo, namun dengan penekanan pada pentingnya memperkokoh kerangka pertahanan dan keamanan sesuai dengan dasar negara Pancasila, prinsip demokrasi, dan hak asasi manusia," ucap Ninasapti.
