Hepatitis Akut di RI: Sudah 7 Orang Meninggal, 7 Lainnya Berstatus Probable

2 Juni 2022 14:12
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Hepatitis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hepatitis. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Mohammad Syahril mengungkapkan, per Rabu (1/6), terdapat 50 pasien dengan dugaan hepatitis akut misterius. Bagaimana rinciannya?
ADVERTISEMENT
Namun 26 kasus sudah discarded atau disingkirkan. Sebab, setelah dilihat hasil pemeriksaannya, 16 kasus tersebut tidak masuk kategori dugaan hepatitis akut.
“Total pasien yang dilaporkan yang diduga hepatitis akut ini ada 50. Itu 26 nya sudah di discarded, discarded itu artinya disingkirkan tidak masuk lagi kategori dugaan hepatitis ya. Jadi saat ini yang ada 24 kasus, 7-nya probable 17 nya pending,” ungkap Syahril kepada kumparan, Kamis (2/6).
Lebih lanjut, Syahril juga menjelaskan kondisi pasien penderita hepatitis akut yang saat ini terdapat 13 orang masih dirawat, 7 orang meninggal, serta 4 orang sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan.
“Jadi ada 7 orang meninggal, 13 masih dirawat dan 4 sudah dipulangkan sembuh ya. Yang 13 tadi juga tersebar di beberapa provinsi tadi, namun keadaannya tidak berat atau tidak masuk ICU,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Adapun 3 daerah di Indonesia yang telah terdeteksi kasus hepatitis akut misterius dengan 6 kasus klasifikasi probable yaitu Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Jambi
“Yang probable di Jakarta 3 orang, Jateng 1, Bali 1, kemudian Jambi 1 ya, ada 6 orang,” kata Syahril.
Penyakit hepatitis akut misterius hingga kini masih belum ditemukan penyebabnya. Namun adapun gejala yang ditimbulkan apabila terinfeksi hepatitis akut yaitu demam, mual dan muntah, kuning pada kulit dan mata, hingga gatal dan sesak napas.
“Gejalanya yang paling banyak itu ada demam, mual muntah, ada kuning di mata maupun di kulitnya seluruh tubuh, kemudian juga ada gatal sama sesak napas juga ada ya. Tapi yang terbanyak ada demam, kemudian muntah mual banyak, sama kuning,” jelas Syahril.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, para orang tua diminta untuk tetap waspada dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat apabila terdapat gejala-gejala tersebut pada anak.
Reporter: Devi Pattricia dan Rachel Koinonia
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020