Heru Budi Belum Masukkan Rencana Pembangunan LRT Fase 2 di RKPD 2023

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengatakan masih akan mempertimbangkan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Fase 2 untuk dikerjakan tahun depan.
Namun, Haru tidak melibatkan pembangunan LRT fase 2 ini dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023.
“(LRT) itu menjadi noktah pembahasan tersendiri. Nanti kita lihat apakah itu bisa kita lanjutkan (pembangunannya),” kata Heru kepada wartawan di Plaza Selatan Monas, Jumat (28/10).
Dalam RKPD 2023 yang dibacakan dalam Rapat Badan Anggaran Kamis (27/10) kemarin, ada 3 target prioritas pengerjaan perluasan transportasi publik, yaitu pembangunan MRT Jalur Utara-Selatan Fase 2A (Bundaran HI-Kota), revitalisasi halte Transjakarta dan perawatan stasiun hingga peningkatan layanan Transit Oriented Development.
Ketiganya memiliki pagu indikatif sebesar Rp 9,3 triliun dari belanja daerah dan Rp 4,5 dari PMD PT MRTJ.
Meski begitu, karena pembahasan anggaran ini masih berjalan, bisa saja pembangunan LRT kembali dimasukkan dalam RKPD 2023.
“Belum (ditentukan), nanti kita lihat anggaran di DKI. Masih ada opsi-opsi,” jelasnya.
Sebelumnya, pembangunan LRT Fase 2 ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) DKI Jakarta 2022-2026 yang disusun gubernur sebelumnya, Anies Baswedan.
Heru juga menyebut pembangunan LRT ini adalah salah satu program terpenting. Meski tidak berhasil diprioritaskan dibangun 2023 nanti, pembangunan ini bisa saja dibangun oleh periode selanjutnya.
“Bisa juga dilanjutkan oleh nanti periode gub berikutnya, periode 2024. Fase 2 ini kita lihat adalah yang terpenting tadi, termasuk yang telah saya sampaikan tiga poin (banjir, tata ruang, kemacetan),” pungkasnya.
