Heru Budi: Kucing Mati di Jakut Tak Ada Penyakit Menular ke Manusia
·waktu baca 2 menit

Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengatakan penyebab kematian puluhan kucing misterius di Sunter, Jakarta Utara, terus didalami. Namun ia memastikan, belum ada temuan terkait penyakit menular ke manusia.
"Sedang diambil sampelnya, nunggu proses. Kemarin hasilnya negatif. Tidak ada yang dicermati, hal-hal sebagai penyakit menular itu tidak ada," kata Heru Budi di Balai Kota Jakarta, Selasa (18/7).
"Tapi terus didalami," imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menerangkan temuan sementara dari 12 sampel kucing mati, tak ada indikasi diracun. Sebagian di antaranya ditemukan cacing dan malnutrisi.
Tetapi, Suharini memandang masih perlu diselidiki lebih lanjut penyebab pasti kucing-kucing mati beriringan.
"Waktu itu terjadi rumor bahwa itu diracun, itu tidak ada, tidak terbukti. Tapi di lambungnya kosong, ada cacing, gitu kan. Jadi yang namanya malnutrisi yang kemarin itu memang ada beberapa kucing," ujar dia.
Maka itu untuk memastikan kematian kucing-kucing tersebut Pemprov DKI masih menunggu hasil pemeriksaan dari Balai Veteriner Subang.
"Tapi kan bukan berarti dia malnutrisi dia mati gitu kan. Yang kemarin beredar demikian. Jadi pemeriksaan selanjutnya secara histologi itu masih dalam proses. Sekarang ini adanya di Veteriner Balai Besar, Veteriner Subang, kalau untuk peneguhannya," tuturnya.
Lebih lanjut, ia memastikan pihaknya tengah menggencarkan vaksinasi dan steril demi mencegah kejadian serupa terulang.
"Senin kemarin kita lakukan pengendalian sterilnya pengendalian populasinya itu di lokasi yang sama, nah ini semua berjalan bergerak serempak di 5 wilayah [Jakarta]," pungkas Suharini.
