Heru Budi Minta Walkot Pantau Warga di Kolong Jembatan-Tol, Pindahkan ke Rusun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Puskesmas Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (23/5). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Puskesmas Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (23/5). Foto: Haya Syahira/kumparan

PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta para wali kota bisa segera memetakan warga yang masih tinggal di kolong jembatan atau tol. Setelah didata, warga diharapkan dapat direlokasi ke rusunawa.

"Hari ini kalau ada lagi penduduk di sana, saya minta para walkot mencermati itu dan dinsos akan diturunkan ke sana," kata Heru di Balai Kota Jakarta, Selasa (18/7).

Heru memandang relokasi warga dan pembersihan pemukiman tak layak di bawah kolong tol atau jembatan tak mustahil. Menurutnya, hal ini telah beberapa kali dilakukan.

"Kolong tol, Pemda DKI, saya lupa tahunnya, bisa 2.000 atau dan 2009/2010, itu pernah melakukan pengosongan kolong tol sepanjang 12 km. Dan mereka dulu sudah dimasukin ke beberapa rumah susun," ungkap dia.

Heru juga mengingatkan pejabat terkait agar terus memantau kelayakan fasilitas rumah susun usai warga dipindah.

Suasana permukiman kolong Jalan Tol Dalam Kota, Jelambar Baru, Jakarta Barat, Selasa (20/6/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Ketika secara perlahan-lahan pindah ke rusun, ini harus tetap dijaga ada konsep awal tempat bermain, ada tempat olahraga, dan lain-lain, pemda juga perhatikan," tandas dia.

Belakangan, kampung tersembunyi di kolong Tol Angke 2 Jelambar, Jakarta Barat, menjadi sorotan. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah, meminta Dinas Perumahan dan Permukiman DKI Jakarta mendata warga yang tinggal di kolong tol hingga jembatan.

Ia mewanti-wanti jangan sampai Pemprov DKI nampak tak tahu masih banyak warga yang tak punya tempat tinggal layak.

"Jadi kesannya kita tahu ada warga kita yang tinggal di kolong tol. Jangan kita kayak orang linglung ditanya nggak tahu, kolong mana ya? PJLP atau PNS bisa data. Harapannya kita betul-betul bisa fasilitasi entah di rusun, csr perusahaan, kan bisa," ujar Ida dalam rapat bersama Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman DKI Jakarta Retno Sulistiyaningrum di DPRD DKI, Selasa (11/7).