Heru Budi soal Penggalian Pipa 3000 KM: Jika Tidak 2036 Jakarta Rawan Air Bersih
·waktu baca 2 menit

Pj Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono menyatakan bahwa Pemprov Jakarta tengah membangun jaringan pipa air bersih, sebagai upaya terbaik untuk warga Jakarta.
Ini penting, karena air bersih menjadi sebuah kerawanan di wilayah Jakarta. Ia pun meminta maaf jika ada penggalian pipa air bersih di beberapa titik lokasi.
"Maka pada kesempatan hari ini, saya mohon maaf kepada seluruh peserta yang hadir pada malam hari ini, ada beberapa titik lokasi-lokasi yang akan dilakukan pengembangan penggalian terhadap jaringan pipa sepanjang kurang lebih 3000 kilometer," ujar Heru dalam sambutannya di acara Jakarta Investment Award di Hotel Raffles Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (31/7) malam.
Menurutnya, penggalian pipa menjadi penting untuk masalah air bersih Jakarta. Sebab jika tidak dilakukan, maka tahun 2036 akan menjadi rawan air bersih untuk masyarakat Jakarta.
"Untuk memperbaiki semua jaringan pipa, sehingga kami harus berbenah. Jika tidak maka 2036 DKI akan rawan terhadap air bersih," ucap Heru.
Heru mengakui, keputusan penggalian pipa air bersih ini tidak populis karena menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan Jakarta.
Namun penggalian pipa ini dilakukan dalam satu-dua tahun ke depan demi keberlangsungan air bersih di Jakarta.
"Sekali lagi ini kita lakukan kurun waktu satu sampai dua tahun ke depan, dan mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik demi keberlangsungan daerah Jakarta dalam memberikan mengatasi kerawanan air bersih ke depan," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Heru menyatakan bahwa tahun ini harus memulai pipanisasi, dengan memperbaiki dan memperpanjang pipa-pipa primer sekunder.
Dengan hal ini, masyarakat khususnya di ujung utara Jakarta bisa memperoleh air bersih dengan baik.
"Maka turunan di bawahnya pipa itu harus kita perbaiki. Dan kita lanjutkan, bahwa masyarakat di posisinya nanti 2030 itu bisa mendapatkan air bersih di ujung Jakarta, Muara, Cilincing dan lainnya," pungkasnya.
Penggalian yang dilakukan dengan pengeboran ke bawah tanah, di titik-titik tertentu. Pengeboran juga dilakukan lagi pada kedalaman 3-4 KM lagi.
