Heru Tinjau Teknologi AI Lampu Lalin, Klaim Kurangi Macet Jakarta hingga 20%

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi lampu merah di jalan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lampu merah di jalan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, meninjau ruang Network Operation Center (NOS) ITS Traffic Light, di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Heru mengeklaim, teknologi artificial intelligence (AI) itu terbukti berhasil mengurangi kemacetan mencapai 15 hingga 20 persen.

"Iya, ini kata Pak Kadis untuk mempermudah pantauan kemacetan dan memperlancar lalu lintas. Bisa menciptakan efisiensi lalu lintas menjadi 15 hingga 20 persen. Ini ada di setiap titik yaitu sistem recognize," kata Heru Budi di lokasi, Selasa (4/7).

"Itu dihitung kepadatan (arus lalu lintas). Kalau dia padat (tanda lampu) hijaunya dipercepat, nah bagi yang lalu lintas kosong lampunya segera dimerahkan," imbuh dia.

Target Penambahan 40 Alat

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau ruang Network Operation Centre (NOS) ITS Traffic Light, di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Selasa (4/7). Foto: Humas Balaikota DKI Jakarta

Hingga saat ini, baru ada 20 alat tersebut di persimpangan. Heru menargetkan penambahan 40 alat yang akan dipasang di berbagai titik persimpangan padat lalu lintas.

"Ada terpasang di 20 (titik) persimpangan. Tahun ini akan dipasang titik lagi 40 titik. Jadi 40 titik ditambah 20 titik yang ada," ujarnya.

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau ruang Network Operation Centre (NOS) ITS Traffic Light, di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Selasa (4/7). Foto: Humas Balaikota DKI Jakarta

"Prioritasnya untuk kawasan yang memiliki tingkat kemacetan yang padat. Contohnya ada di kawasan Jalan Daan Mogot, Pancoran, Kuningan, Gunung Sahari, serta di Gatot Subroto," jelas dia.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, target ITS dapat mengurangi kemacetan dari 58 ke 48 persen.

Suasana macet Kendaraan bermotor di kawasan Matraman, Jakarta Timur akibat pembangunan trotoar pada Senin (22/8). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Anggaran yang disediakan untuk alat automatic number plate recognition (ANPR) atau CCTV dengan teknologi AI yang dapat mendeteksi jumlah kendaraan atau kepadatan itu mencapai Rp 130 miliar tahun ini.

"Sebelumnya kan 54%, kami target bisa turun ke 48% untuk kepadatan lalu lintas di Jakarta. Tapi dengan hasil 20 simpang penurunan di 15-20%, kami optimistis itu dicapai. Itu ada alat dipasang dengan kamera ANPR ini identifikasi pelanggaran lalu lintas, di antaranya jadi fungsi masuk di dalamnya dan maksimalkan layanan Transjakarta di simpang yang diatur," ungkapnya.

" [Jumlah] di simpang tergantung jumlah kaki. Jadi satu simpang kalau 3 maka kamera ANPRnya akan terpasang di 3 simpang. Kalau 4, otomatis 4 kamera. Tahun lalu Rp 78 M. Tahun ini Rp 130 M," tandas dia.