Hijrahfest di Surabaya Batal Digelar Buntut Penolakan dari PWNU dan MUI Jatim
ยทwaktu baca 3 menit

Acara Surabaya Islamic Festival yang diselenggarakan oleh Hijrahfest pada tanggal 14-16 Oktober 2022 di Jatim Expo dibatalkan.
Melalui akun instagram @hijrahfest, mereka memberitahukan bahwa Acara Road to Hijrahfest "Surabaya Islamic Festival" belum dapat dilaksanakan hingga waktu yang belum ditentukan.
"Kami mewakili panitia, mohon maaf atas segala khilaf baik sengaja ataupun tidak sengaja," tulisnya dalam akun instagram @hijrahfest, Jumat (14/10).
Sebagai pertanggungjawaban, mereka akan segera menyelesaikan urusan administrasi kepada penonton yang telah membeli tiket serta pengembalian uang sewa tenant.
"Insyaallah kami dari panitia akan menyelesaikan segala administrasi, sewa booth, biaya tiket yang sudah dibayarkan 100 persen sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan dengan sebaik-baiknya dan secepatnya," kata mereka.
"Walaupun terlihat seperti belum ada perniagaan di acara ini, namun kami bahagia karena tiket kami udah full booked dibeli sama Allah," imbuhnya.
Menurut rencana sebelumnya, festival itu berupa:
Talkshow
Majelis Ilmu
Sharing Hijrah
Bedah Buku
Lomba Tahfidz
Nasyid
Fashion & Accessories
Culinary Halal Food & Beverages
Beauty & Personal Care
Syariah Finance
Halal Travel & Others
Kids Zone & Education
Property Syariah
PWNU dan MUI Jatim Menolak
Pembatalan acara itu menyusul adanya protes dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.
Sekretaris PWNU Jatim Akh Muzakki menyampaikan alasan penolakan itu lantaran penyelenggara telah mencantumkan logo NU tanpa seizin pihak PWNU.
"PWNU Jatim memprotes keras dan mendesak pihak penyelenggara untuk meminta maaf 1x24 jam atas pencatutan logo NU dalam penyelenggaraan acara hijrahfest di JX tersebut," kata Muzakki saat dikonfirmasi, Jumat (14/10).
Muzakki juga mengatakan pihaknya menolak acara yang digelar Hijrahfest karena terlihat tidak sejalan dengan negara Indonesia.
"NU Jatim, bersama para kiai pesantren secara tegas menyatakan sikapnya atas acara yang digelar kelompok yang terindikasi gerakan yang cenderung mendiskreditkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila," ujarnya.
Selain itu, dia mengungkapkan orang-orang di balik Hijrahfest tersebut diduga bagian dari kelompok yang bertentangan dengan ideologi negara.
"Di antara mereka, terdapat sejumlah nama yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung organisasi yang telah dilarang secara resmi oleh pemerintah Indonesia," ungkap dia.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur juga menolak adanya acara itu. Sebab, logo MUI sendiri terpampang dalam acara Surabaya Islamic Festival tanpa izin.
"MUI Jatim menyatakan sikap bahwa tidak ada keikutsertaan dan tidak melibatkan diri dalam pengelenggaraan kegiatan hijrahfest (Surabaya Islamic Festival) 2022 di Jatim Expo Surabaya," ujar Ketua MUI Jawa Timur KH Ahsanul Haq dalam keterangannya, Kamis (13/10).
Sehingga, MUI Jatim pun menuntut pihak Hijrahfest untuk minta maaf dalam waktu satu kali dalam 24 jam.
"MUI Jatim menolak keras adanya pencantuman logo MUI dalam acara tersebut dan mendesak penyelenggara untuk meminta maaf dengan kurun waktu satu kali 24 jam," tandasnya.
