Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri Jumat, 20 Maret

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bendera Arab Saudi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bendera Arab Saudi. Foto: Shutterstock

Bulan sabit muda (hilal) tanda masuknya bulan Syawal tak terlihat dalam pemantauan hilal di Arab Saudi pada Rabu (18/3) petang, bertepatan tanggal 29 Ramadan 1447 H.

Dengan demikian, maka bulan Ramadan digenapkan 30 hari dan Idul Fitri 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret.

“Istana Kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa MahkamahAgung telah menetapkan hari Kamis sebagai hari ke-30 Ramadan dan Idul Fitri dimulai pada hari Jumat," demikian dikutip dari Saudi Gazette, Rabu malam WIB.

“Kondisi cuaca saat ini menghambat pengamatan hilal Syawal di Observatorium Hautat Sudair, Tumair, Arar, dan Al-Hariq,” lapor media Saudi lainnya, Alekhbariya.

Teleskop di Arab Saudi untuk mengamati hilal. Foto: X/@umajmaah

Dengan demikian, malam ini umat Islam di Saudi masih melaksanakan salat Tarawih dan Kamis besok melaksanakan puasa Ramadan hari terakhir.

Sebelumnya, astronom terkemuka Saudi, Abdullah Al-Khudairi, menyatakan bahwa secara astronomi bulan Ramadan berusia 30 hari sehingga Jumat merupakan hari pertama Idul Fitri.

Arab Saudi memulai puasa Ramadan sehari lebih dulu dibanding Indonesia. Pemerintah Indonesia akan mengadakan pemantauan hilal/sidang isbat penentuan Idul Fitri pada Kamis (19/3) petang besok.