Hillary Lasut Minta Ajudan dari TNI karena Sedang Ungkap Kasus, Ditegur NasDem
·waktu baca 3 menit

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Hillary Brigitta Lasut menjadi perbincangan karena meminta ajudan dan bantuan pengamanan dari TNI. Menanggapi ramai pemberitaan dirinya, Hillary memberi penjelasan lewat akun Instagramnya.
Hillary meminta maaf jika dianggap tidak etis karena minta ajudan dari TNI.
“Mohon maaf kalau niatan saya ini dianggap tidak etis. Proses belajar,” kata Hillary dalam akun Instagramnya, dilihat Jumat, (3/12).
Hillary lalu menjelaskan latar belakang ia meminta pengamanan. Ia ingin menangani sebuah kasus di Sulawesi Utara. Kasus ini sebenarnya sudah banyak yang melaporkan tapi belum tertangani hingga saat ini. Ia tak kunjung mengungkap kasus ini karena belum mendapat izin dari ayahnya.
Ayah Hillary melarang karena menilai kasus tersebut berbahaya dan putrinya tersebut belum punya kekuatan yang cukup untuk terlibat dalam kasus ini. Namun, Hillary tak menjelaskan rinci kasus yang dimaksud.
Salah satu contoh begitu berbahayanya kasus ini adalah kerabat dekatnya yang merupakan pejabat pernah mengadvokasi kasus ini. Tapi, ia malah meninggal dunia secara misterius di pesawat. Oleh sebab itulah, Hillary berinisiatif meminta pengamanan dari TNI agar merasa lebih aman dalam mengungkap kasus ini.
"Entah ada kaitannya atau tidak, saya tidak dapat restu keluarga. Karena masyarakat terus berdatangan, meminta tolong, saya berjanji pada ayah saya mau minta satu orang untuk pengamanan saya, agar ayah saya lebih tenang," urai Hillary.
Hilary mengaku sudah membentuk tim dan melakukan persiapan untuk mulai mengadvokasi dan membantu masyarakat terkait kasus ini. Ia bakal fokus menangani kasus ini tahun depan, setelah mendapatkan bantuan pengamanan TNI, institusi yang tidak terkait dengan kasus itu.
Ia berjanji bakal mencari cara agar bisa menangani kasus ini. Jika tidak mendapat pengamanan, ia bakal mencari perlindungan lain.
"Tetapi karena sepertinya tidak etis meminta pengamanan, saya harus mencari jalan lain. Kalau awal tahun depan kasus ini tidak dibantu bisa saja sudah terlambat," jelas Hillary.
Fraksi NasDem Menegur Hillary
Di kesempatan terpisah, Ketua Fraksi NasDem Ahmad Ali mengaku telah menegur Hillary Lasut atas polemik permintaan ajudan tersebut.
Menurut Ali, tak ada tindakan perorangan anggota DPR meminta ajudan dari TNI untuk kepentingan pribadi.
“Pasti ditegur. Seharusnya semua itu harus sepengetahuan fraksi, apalagi menggunakan alat negara untuk kepentingan pribadi," kata Ali saat dimintai tanggapan, Jumat (3/12).
Bagi Ali, permintaan tersebut tak etis, apalagi ajudan yang dimaksud Komando Pasukan Khusus (Kopassus) atau Komando Cadangan Strategis (Kostrad).
“Kalau risiko seorang politikus harus tahu sebelumnya. Kemudian tidak ada juga eskalasi yang membahayakan untuk kemudian meminta jadi ajudan, apalagi Kopassus dan Kostrad. Seorang pasukan khusus tidak patut untuk diberi pengamanan ke anggota DPR Fraksi NasDem," tegas Waketum DPP NasDem ini
Hillary, masih melalui akun Instagramnya mengaku akan taat kepada arahan Fraksi jika menilai tindakannya tak etis.
“Apabila fraksi berpendapat tindakan saya tidak etis tentunya saya akan taat dan mengakui tindakan saya sebagai tindakan tidak etis dan berkomitmen menjauhi tindakan serupa,” kata Hillary.
