Hizbullah usai Sepakat Gencatan Senjata: Tetap Dukung Palestina Lawan Israel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang wanita melambaikan bendera Lebanon dan Palestina saat ia menyapa orang-orang di kota Sidon, Lebanon selatan, pada 27 November 2024. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita melambaikan bendera Lebanon dan Palestina saat ia menyapa orang-orang di kota Sidon, Lebanon selatan, pada 27 November 2024. Foto: AFP

Kelompok Hizbullah menegaskan akan melanjutkan perlawan dan terus mendukung Palestina dan perjuangannya melawan Israel, Rabu (27/11). Pernyataan itu disampaikan Hizbullah sehari selang menyepakati gencatan senjata dengan Israel.

Lewat pernyataan resminya Hizbullah tidak menyebut kata gencatan senjata. Penghentian pertempuran Hizbullah melawan Israel di Lebanon dibantu mediasi Amerika Serikat dan Prancis.

“Ruangan operasi perjuangan Islam menegaskan pejuang kami di seluruh disiplin akan tetap akan tetap sepenuhnya siap menghadapi aspirasi dan serangan musuh Israel,” kata keterangan Hizbullah seperti dikutip dari Reuters.

Demo untuk mendukung Palestina, di Kfar Kila, Lebanon. Foto: Aziz Taher/REUTERS

Mereka menambahkan, seluruh pejuangnya akan tetap memantau penarikan mundur tentara Israel di perbatasan. Bahkan semua pejuang Hizbullah diminta tetap dalam posisi siaga.

Kesepakatan gencatan senjata dua pihak, salah satu kesepakatannya adalah penarikan tentara Israel dalam waktu 60 hari.

Perang antara Hizbullah dan Israel pecah seiring serangan Zionis ke Gaza pada 2023. Hizbullah, parpol Syiah yang didukung Iran di Lebanon, adalah sekutu Hamas.

Setahun perang puluhan ribu orang dari dua belah pihak kehilangan nyawa. Ratusan ribu warga yang berada di sekitar perbatasan terpaksa kehilangan tempat tinggal.