HNW Ingatkan Perdamaian AS-Iran Jangan Alihkan Fokus dari Kemerdekaan Palestina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut baik upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang disebut dimediasi oleh Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi.

Ia berharap seluruh pihak konsisten menjalankan kesepakatan yang telah dicapai agar stabilitas kawasan dan perekonomian global dapat segera pulih.

Menurut HNW, perdamaian tersebut perlu dikawal secara serius agar tidak terganggu oleh berbagai manuver yang berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

“Kita tentu berterima kasih dan mengapresiasi tinggi prakarsa Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi yang efektif bergerak sehingga naskah perdamaian bisa disetujui dan ditandatangani, walau terus berusaha ‘dirusak’ oleh Israel dengan manuvernya yang masih tak henti menyerang Lebanon. Sikap Amerika Serikat juga sangat baik bila tidak hanya mengkritisi laku Israel tersebut, tetapi benar-benar menghentikannya demi tercapainya perdamaian dan terhindarkannya dunia, termasuk AS, dari krisis politik dan ekonomi,” ujar HNW melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (19/6).

kumparan post embed

Minta Kesepakatan Dikawal

HNW berharap semua pihak aktif mengingatkan para pihak yang terlibat agar menjalankan isi kesepakatan secara konsisten.

“Jangan malah seperti Israel yang masih terus melanggar gencatan senjata dengan terus melakukan tindakan militer dan melarang masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, padahal mereka sudah menyetujui perdamaian, agar perdamaian dan stabilitas kawasan yang diinginkan oleh AS dan masyarakat dunia bisa benar-benar terwujud,” ujarnya.

Menurut dia, berakhirnya konflik juga diharapkan berdampak positif terhadap kondisi ekonomi global, termasuk melalui normalisasi jalur perdagangan dan distribusi energi dunia.

“Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, penting juga agar harga minyak dunia segera turun yang selama ini sangat membebani banyak negara, termasuk Indonesia,” ujarnya.

Warga Palestina berbelanja menjelang hari raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban yang menandai akhir dari ibadah haji, di Khan Yunis, bagian selatan Jalur Gaza, pada Selasa (26/5/2026). Foto: Bashar Taleb/AFP

Minta Dunia Kembali Fokus ke Palestina

Meski menyambut baik upaya perdamaian tersebut, HNW menegaskan perhatian dunia tidak boleh teralihkan dari konflik di Gaza dan Palestina.

Ia menilai penghentian konflik yang melibatkan AS dan Iran seharusnya menjadi momentum untuk kembali mendorong implementasi berbagai kesepakatan gencatan senjata yang berkaitan dengan Gaza.

“Memang Gaza/Palestina tidak disebut dalam perjanjian tersebut, tetapi penting diingatkan, dengan berhentinya perang AS versus Iran itu maka perjanjian damai yang menghentikan tragedi di Gaza/Palestina penting segera diwujudkan juga, karena selama terjadinya perang AS dan Iran, Israel malah memanfaatkan kondisi beralihnya perhatian dunia itu untuk tidak melaksanakan kesepakatan gencatan senjata,” ujarnya.

“Israel justru semakin brutal melakukan kejahatan atas Gaza dan memperluas kejahatannya di Tepi Barat (West Bank) dan Masjid Al-Aqsa. Ini harus kembali menjadi titik sentral perhatian dunia agar terciptalah stabilitas kawasan dan hadirlah perdamaian dengan kemerdekaan Palestina,” sambungnya.

HNW berharap pemerintah Indonesia tetap aktif menjalankan politik luar negeri yang mendukung perdamaian dunia dan kemerdekaan Palestina.

“Pemerintah Indonesia juga bisa terus memainkan peran penting politik luar negerinya untuk terciptanya perdamaian dunia dan merdekanya Palestina, di samping tetap fokus mengatasi masalah-masalah domestik di Indonesia,” ujarnya.