Hoaks yang Memperbesar Kemarahan Publik hingga Berujung Rusuh dan Penjarahan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa mengeluarkan barang milik anggota DPR Ahmad Sahroni dari dalam rumahnya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (30/8/2025).  Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Massa mengeluarkan barang milik anggota DPR Ahmad Sahroni dari dalam rumahnya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (30/8/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Aksi demo berlangsung sejak Senin (25/8) diwarnai aksi rusuh hingga berujung penjarahan beberapa rumah anggota DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Aksi rusuh dan penjarahan disebut-sebut dilakukan oleh massa lain yang tidak tergabung dengan massa demonstrasi. Massa perusuh disebut sengaja datang untuk membuat kerusuhan.

Tersebarnya banyak konten hoaks di berbagai platform media sosial juga ditengarai menjadi pembenaran bagi massa perusuh untuk menjalankan aksinya. Untuk itu, kumparan mencoba menyoroti berbagai konten hoaks yang difabrikasi pihak tidak bertanggung jawab dalam memperkeruh suasana. Konten-konten hoaks tersebut beredar sejak 25 hingga 30 Agustus 2025.

Hal ini kami lakukan agar masyarakat Indonesia ke depannya dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi, tetap tenang, dan selektif dalam menerima setiap konten sehingga kita bisa bersama-sama #JagaIndonesiaLewatFakta.

Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Video anggota DPR berjoget di sela Sidang Tahunan MPR pada Jumat (15/8) lalu sempat memicu kemarahan masyarakat. Keceriaan para legislator dianggap tidak peka terhadap penderitaan rakyat yang katanya mereka wakili.

Situasi semakin memanas ketika isu tunjangan DPR naik mencuat. Pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir tentang kenaikan tunjangan bensin, beras, dan perumahan pada Selasa (19/8) lalu yang turut memicu tanggapan keras dari publik. Banyak yang menilai tunjangan terlalu besar dan tidak sebanding dengan transparansi kinerja para anggota dewan.

Sejumlah legislator justru merespons sinis kritik publik. Nafa Urbach, misalnya, menyinggung macetnya perjalanan dari Bintaro ke Senayan pada Rabu (20/8) dan menganggap kenaikan tunjangan anggota DPR adalah hal yang ‘normal’. Ia mengupload video singkatnya itu di akun instagram pribadi, kini akun IG dari Nafa Urbach sedang dihapus sementara olehnya.

Pemain film Mangga Muda Nafa Urbach saat berkunjung ke kantor kumparan, Jakarta, Senin (6/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Kemudian, penyataan kontroversial Ahmad Sahroni saat diwawancarai pada Jumat (22/8) yang menyebut masyarakat ‘tolol’, semakin memperparah kemarahan publik. Ia menilai masyarakat yang menyerukan bubarkan DPR adalah masyarakat ‘tolol’. Video tersebut dengan cepat menyebar di media sosial.

Selang beberapa hari kemudian, aplikasi TikTok dipenuhi dengan video-video yang memperlihatkan Eko Patrio hingga Uya Kuya berjoget. Video tersebut di-framing, seakan-akan mereka terlihat bahagia dan menyambut baik kebijakan tunjangan DPR yang naik.

embed from external kumparan

Padahal, tidak semua video yang beredar benar. Beberapa video Eko dan Uya joget sejatinya adalah video lama tanpa teks. Video yang diupload di akun TikTok @anggara.putra24_, misalnya, menunjukkan Uya Kuya joget menyambut dengan gembira tunjangan DPR.

embed from external kumparan

Setelah ditelusuri, video asli Uya Kuya joget diupload oleh akun pribadi TikTok miliknya @king.uyakuya pada Minggu, 8 Oktober 2023 lalu.

embed from external kumparan

Tulisan soal gaji kemudian ditambahkan sebagai konteks dan akun-akun TikTok mengupload kembali video joget yang sudah lama terjadi. Begitu pula video Uya bersama istrinya dengan lirik “gue bodo amat” yang dituding berkaitan dengan isu tunjangan DPR.

Nyatanya, video joget tersebut diambil ketika Uya berseteru dengan Denise Chariesta yang terjadi sekitar tahun 2021. Hal ini terlihat dari video joget Uya dengan istrinya yang berlatar karangan bunga bertuliskan,

Turut Berduka Cita: Atas Matinya Nyali Denise Charista yang Nggak Berani Keluar Rumah

embed from external kumparan

Hoaks-hoaks ini telanjur menyebar cepat dan semakin memperkeruh persepsi negatif publik. Amarah masyarakat yang sudah tersulut akibat jogetan dan statement para anggota dewan, ditambah beberapa konten hoaks yang beredar langsung meledak dalam demonstrasi besar pada 28 Agustus hingga 31 Agustus.

Gelombang massa berujung pada penjarahan rumah sejumlah anggota DPR: Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Nafa Urbach. Alamat mereka tersebar di media sosial, sehingga rumah kosong sekalipun tak luput dari serangan.

Warga melihat kondisi rumah Anggota DPR Surya Utama atau Uya Kuya di Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (31/8/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Namun, kami cukup kesulitan untuk menemukan akun media sosial pertama yang menyebarkan atau mengupload video-video hoaks ini. Sebab, sebagian dari mereka sudah menghapus kontennnya. Menurut Ketua Presidium Masyarakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO), Septiaji Eko Nugroho, konten tersebut bisa saja dihapus, lantaran sudah ketahuan sebagai video palsu.

“Biasanya kalau sudah kena debunk, ketahuan hoaksnya dan kena label. Barulah mereka menghapusnya,” kata Septiaji kepada kumparan, Senin (1/9).

Ia juga menilai hoaks yang beredar di media sosial ibarat bensin yang menyulut kemarahan publik.

“Apinya sudah ada, tapi karena ditambahin, diguyur dengan bensin berupa hoaks itu ya, jadi terbakarnya jadi lebih luas. Ya, contohnya ini kan,” jelas Septiaji.

Ketua Mafindo, Septiaji Eko Nugroho. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Ia mengkhawatirkan penjarahan seperti yang dialami empat legislator bisa meluas dan dinormalisasi. Menurutnya, penyebaran hoaks di masyarakat bersifat campuran, ada yang organik, ada pula yang terorganisir.

“Saya bilang ini campur. Kalau dibilang terorganisir, ya faktanya ada banyak hoaks yang saya anggap ini sangat organik ya, sangat spontan, karena bisa jadi ketidakpahaman masyarakat. Tapi kalau dibilang tidak ada yang mengorganisir, saya rasa ada sebagian hoaks itu yang diorganisir gitu ya,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan kumparan, hoaks juga tetap beredar pasca-kerusuhan, seperti kabar soal barang sensitif di rumah Sahroni, video editan AI yang menggambarkan dirinya mengemis, hingga gosip bahwa Eko dan Uya masuk rumah sakit karena stres.

Video yang dipelintir dan narasi palsu semakin memperkeruh situasi, membuat publik marah bukan hanya pada fakta, tapi juga pada kebohongan yang dikemas seolah nyata. Berikut adalah beberapa video hoaks yang berhasil dikumpulkan tim kumparan:

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 20 data

No
Konteks
Objek
Platform
Tanggal
Likes
Comments
Viewers
Video Link
1
Sahroni minta maaf-tak mau kembali ke RI
Sahroni
X
31/8/2025
1,4 k
2,5 k
1,2 M
https://x.com/SahroniNasdem/status/1961969256431784202
2
Eko Patrio Sebut Biaya Hidupnya 12 Jt
Eko Patrio
Tiktok
31/8/2025
20,6 k
4203
1,6M
https://www.tiktok.com/@abivlog88/video/7544552423214353682?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7407707892856342017
3
Video Uya joget diberi text soal tunjangan DPR
Uya Kuya
Tiktok
25/8/2025
3881
965
597,6k
https://www.tiktok.com/@anggara.putra24_/video/7542337692651080978?q=gedung%20dpr%20ri&t=1756695660676
4
Sahroni terancam pidana hukuman mati
Sahroni
Tiktok
31/8/2025
5838
364
236,7k
https://www.tiktok.com/@kang_bhoyat/video/7544640085229145350?q=%23dpr&t=1756697492719
5
Uya Kuya joget soal tunjangan DPR
Uya Kuya
Instagram
31/8/2025
11.13 k
2528
1,9 M
https://www.instagram.com/reel/DN9pc0aCcY8/
6
Uya Kuya joget soal tunjangan DPR
Uya Kuya
Instagram
31/8/2025
95,1 K
6722
12,7 M
https://www.instagram.com/reel/DN-p3lkAnPC/?igsh=MWZicnhvd202eG9oeA==
7
Video AI Sharoni jadi pengemis
Sahroni
Tiktok
28/8/2025
90,1k
5640
2,5M
https://www.tiktok.com/@andoaja/video/7543438527783046408?q=puan&t=1756699150966
8
Eko Patrio joget soal tunjangan DPR
Eko Patrio
Tiktok
31/8/2025
5397
1331
1,1M
https://www.tiktok.com/@abivlog88/video/7544347837149039880?q=eko%20patrio&t=1756699817292
9
Eko Patrio joget soal tunjangan DPR
Eko Patrio
Tiktok
31/8/2025
28,2k
3913
2,2M
https://www.tiktok.com/@abivlog88/video/7544303852275731719?q=eko%20patrio&t=1756699817292
10
Uya Kuya joget soal tunjangan DPR
Uya Kuya
Tiktok
31/8/2025
5996
1852
1,3M
https://www.tiktok.com/@abivlog88/video/7544327463204031751?q=eko%20patrio&t=1756699817292

1 - 10 dari 20 baris

--------

PESAN REDAKSI:

Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.