Hoaxbuster: Jumlah Pasien Kanker di AS Naik 20 Kali Lipat karena Vaksin COVID-19

28 September 2021 11:53 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Hoaxbuster jumlah pasien kanker dari penerima vaksin di AS naik 20 kali lipat. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hoaxbuster jumlah pasien kanker dari penerima vaksin di AS naik 20 kali lipat. Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Beredar narasi vaksinasi di Amerika Serikat meningkatkan angka pengidap kanker. Kabar itu mencatut salah satu dokter di Idaho kemudian diterbitkan dalam sebuah website.
ADVERTISEMENT
Dalam situs itu disebutkan, seorang dokter bernama Ryan Cole melaporkan adanya peningkatan sebanyak 20 kali lipat penderita kanker dari pasien yang telah menerima suntikan vaksin COVID-19.
"Peningkatan kanker endometirum 20 kali lipat sejak 1 Januari. [Kejadian] pada pasien yang lebih mudah meroket dalam satu atau dua bulan terakhir," tulis artikel tersebut.
Bahkan, dalam artikel itu juga disebutkan vaksinasi juga menyebabkan kasus autoimun.
Cole menyebutkan penyebab naiknya kasus kanker itu karena vaksin bisa menurunkan sel T (sel kekebalan).

Cek Fakta

Dikutip dari USA Today, Direktur Institut Imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania Perelman Amerika Serikat, John Wherry, mengatakan klaim Coleh itu tidak benar.
“Ada lusinan penelitian pada titik ini yang menunjukkan bahwa vaksin ini menginduksi sel T spesifik virus yang kuat dan bahwa sisa kompartemen sel T pada dasarnya dibiarkan normal, pada dasarnya tidak tersentuh,” ujar Wherry.
ADVERTISEMENT
Ia menegaskan, justru sel T meningkat setelah seseorang disuntik vaksin dosis pertama dengan catatan orang tersebut bukan penyintas corona. Sel T tersebut akan terus meningkat dengan dosis kedua.

Kesimpulan

Jadi, narasi yang menyebutkan kasus kanker meningkat karena vaksin membunuh sel T tidaklah benar.