Hoaxbuster: Pemeriksaan MRI Berbahaya untuk Orang yang Telah Divaksin
·waktu baca 2 menit

Beredar klaim yang menyebutkan pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) sangat berbahaya bagi orang yang telah disuntik vaksin corona.
Klaim itu menyebutkan efek bahaya itu berasal dari elektromagnetisme yang terkandung dalam vaksin. Bahkan dalam narasi itu tertulis, efek tersebut bisa menimbulkan kematian.
"Saya memperingatkan individu yang bingung untuk menghindari pemindaian MRI, terutama untuk beberapa minggu pertama, karena beberapa orang telah sangat terpengaruh oleh elektromagnetisme yang dihasilkannya," ujar cuitan di Twitter.
Cek Fakta
Klaim yang menyebutkan vaksin corona bisa menimbulkan adanya elektromagnetisme dalam tubuh manusia sudah lama beredar. Hal itu tidaklah benar.
Dikutip dari AFP, profesor biofisika dari Universitas Toronto, Kanada, Jean Chen, mengatakan tidak ada hubungan antara vaksin dengan proses MRI.
"MRI menggunakan gelombang radio dalam medan magnet untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh. Tidak ada vaksin Covid-19 yang dapat memengaruhi proses ini, karena vaksin tidak mengandung bahan magnetis," ujar Chen kepada AFP.
Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh profesor teknik biomedis dari Universitas Boston, Amerika Serikat, Chaterine Klaperich. Ia menegaskan tidak ada unsur elektrik dan magnetis dalam setiap suntikan vaksin corona.
Kesimpulan
Jadi, klaim yang menyebutkan MRI berbahaya bagi penerima vaksin karena kandungan magnetis merupakan hoaks.
Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews.

