Hoaxbuster: Soal Vaksin Corona Pfizer Akibatkan Kemandulan Wanita

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hoaxbuster - Tidak benar vaksin corona sebabkan kemandulan wanita. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Hoaxbuster - Tidak benar vaksin corona sebabkan kemandulan wanita. Foto: AFP

Sebuah artikel yang diunggah ke media sosial Facebook mengeklaim bahwa vaksin COVID-19 menyebabkan kemandulan pada perempuan.

Secara spesifik, postingan itu menyebut vaksin Pfizer memiliki potensi dampak kemandulan pada perempuan. Postingan itu telah disukai dan dibagikan ratusan kali sejak 5 Desember.

Dalam artikel itu, disebut bahwa klaim kemandulan perempuan dari vaksin dikatakan oleh seorang pakar ilmuwan dan mantan peneliti Pfizer bernama Michael Yeadon.

Artikel tersebut mengutip pernyataan Yeadon yang mengeklaim bahwa vaksin COVID-19 akan melatih sistem kekebalan untuk menyerang protein yang terlibat dalam pembentukan plasenta, syncytin-1, sehingga menyebabkan kemandulan bagi wanita.

Faktanya, mengutip dari AFP, cara kerja vaksin Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) seperti yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech, tidak mengandung protein apa pun dari virus itu sendiri, melainkan instruksi bagi tubuh untuk mensintesis protein virus, agar sistem kekebalan tubuh dapat mempertahankan diri melawannya.

"Vaksin ini telah diuji dengan pengawasan dan standar yang lebih tinggi dari biasanya," kata CEO Pfizer Albert Bourla.

Sejauh ini, tidak ada data yang menunjukkan bahwa kandidat vaksin corona tersebut menyebabkan kemandulan pada perempuan.

Profesor di Universitas LeipzigAnnette Beck-Sickinger juga mengatakan bahwa klaim syncytin yang menyebabkan kemandulan perempuan ini tidak benar.

==

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona