kumparan
17 Februari 2020 23:57

Hoaxbuster: Tak Ada Lukisan Mistis Masjid Dukun Ahmad Suradji di Polres Medan

Hoaks ada lukisan masjid dukun Ahmad Suradji
Hoaks ada lukisan masjid dukun Ahmad Suradji di Polrestabes Medan. Foto: Dok. Istimewa
Akun Twitter @patipodam mendadak viral karena membuat utas kisah pembunuhan berantai yang dilakukan seorang dukun ternama di Medan, Ahmad Suradji (AS) atau yang biasa disebut dukun AS. Utas itu diunggah pada 14 Februari.
ADVERTISEMENT
Akun @patipodam, banyak mengulik kisah mistis sebelum dukun AS dieksekusi. Salah satunya, saat dukun AS sempat ditahan di salah satu ruang tahanan di Polrestabes Medan.
Dukun AS semasa hidupnya telah membunuh 42 perempuan, pada medio 1986-1994. Motif pembunuhan itu agar memperoleh kesaktian. Atas perbuatannya, dukun AS dieksekusi mati pada 10 Juli 2008.
Bom bunuh diri, Polrestabes Medan
Ilustrasi Polrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11 Foto: AFP/ATAR
Dalam utas tersebut, dukun AS disebut membuang seluruh ilmunya di ruang tahanan itu sebelum akhirnya dieksekusi. Selain itu, dukun AS juga sempat melukis gambar masjid di dinding ruang tahanan yang hingga kini masih ada di sana.
Lukisan masjid itu yang disebut-sebut punya kekuatan mistis. Lukisan itu terus ada di dinding ruang tahanan hingga kini, meski dicat ulang.
"Dia ditangkap Polrestabes, ditahan di blok D Polrestabes. Di kamarnya dia ngelukis gambar masjid, yang sampai sekarang masih ada karena enggak bisa diilangin. Berkali-kali dicat ulang lukisannya timbul sendiri. Tiap malam Jumat, (blok) D itu di sajenin. Kalau enggak, ada yang ngamuk," ujar akun @patidpadam.
ADVERTISEMENT
Terkait informasi lukisan masjid itu, kumparan mencoba mengonfirmasi pihak kepolisian. Kasubdit Penmas Polda Sumut, AKBP RE Nainggolan, membenarkan dukun AS pernah di tahan di Polrestabes Medan.
Namun Nainggolan membantah terkait keberadaan lukisan mistis masjid yang dibuat dukun AS.
"Hoaks itu, tidak benar, kita pastikan tidak ada," ujar Nainggolan kepada kumparan Selasa (17/2).
Saat ini, utas kisah mistis dukun AS yang ditulis akun @potipodam telah di-retweet 2 ribu kali dan dan disukai 5,4 ribu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan