News
·
2 Januari 2021 16:44

Hoaxbuster: Tak Benar Kandungan BPA Pada Galon Isi Ulang Berbahaya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Hoaxbuster: Tak Benar Kandungan BPA Pada Galon Isi Ulang Berbahaya (14028)
Hoaks Kandungan BPA pada galon isi ulang tidak berbahaya Foto: ANTARA
Kandungan bisphenol-A (BPA) yang terdapat pada plastik dan juga galon menjadi topik yang diperbincangkan belakangan ini. Tagar #PeringatanGalonIsiUlangBPA juga sempat viral di media sosial Twitter pada 29 Desember 2020.
ADVERTISEMENT
Sebuah akun mengunggah video dengan penjelasan mengenai bahaya kandungan BPA pada galon isi ulang menjadi perhatian warganet.
Disebut bahaya BPA dalam galon isi ulang itu dapat mengancam kesehatan bayi, balita, hingga ibu hamil. Sudah lebih dari 1.000 warganet menyukai cuitan tersebut.
Berikut narasi unggahan tersebut:
Gaiss… Tau nggak Zat BPA yang terkandung di Galon Isi Ulang, ternyata berbahaya bagi Bayi, Balita & Ibu Hamil! Sedihnya lagi, kita di Nina Bobokan selama ini dengan dalih bahwa galon Polikarbonat itu aman dan turut menjaga lingkungan.
BPA sendiri merupakan singkatan dari Bisphenol-A, senyawa yang digunakan dalam pembuatan plastik dan bertujuan untuk membuat jenis plastik yang kuat, tetap ringan, dan terlihat bening.
Paparan senyawa BPA yang tertelan bersama makanan atau minuman dapat memicu penyakit degeneratif seperti kardiovaskular (pembuluh darah dan jantung), diabetes, dan kanker.
ADVERTISEMENT
Mengetahui informasi yang tengah beredar di masyarakat mengenai kandungan BPA dalam galon isi ulang, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun mengklarifikasi dan menjelaskan perihal kandungan tersebut.
Hoaxbuster: Tak Benar Kandungan BPA Pada Galon Isi Ulang Berbahaya (14029)
Ilustrasi air galon Foto: Shutter Stock
Dikutip dari Antara, Sabtu (2/1), Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru BPOM Ema Setyawati menuturkan, kandungan BPA dalam galon isi ulang tergolong aman untuk digunakan.
Ema juga membantah klaim kandungan BPA dalam galon isi ulang yang dapat membahayakan kesehatan manusia, karena telah memenuhi syarat ambang batas dan aman untuk digunakan.
"Selama memenuhi syarat SNI tentu saja aman. Sesuai namanya air minum dalam kemasan, maka kemasannya pun harus aman. Hasil uji kemasan pangan dari plastik PC, sampai saat ini kadar BPA-nya masih memenuhi syarat ambang batas dan aman untuk digunakan," jelas Ema, Kamis (31/12).
ADVERTISEMENT
==
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona