News
·
21 April 2020 20:47

Hoaxbuster: Tidak Benar Petugas Kebersihan SMAN 10 Yogyakarta Positif Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Hoaxbuster: Tidak Benar Petugas Kebersihan SMAN 10 Yogyakarta Positif Corona (137306)
Hoax Buster pesan yang menyebut SMAN 10 Yogyakarta positif corona. Foto: Dok. Istimewa
Sebuah pesan berantai di WhatsApp menyebutkan salah seorang pegawai kebersihan di SMAN 10 Yogyakarta positif corona setelah menjalani rapid test. Karena itu seluruh guru dan pegawai di sekolah tersebut harus mengisolasi diri secara mandiri.
ADVERTISEMENT
Berikut pesannya:
Assalamualaikum
Saya meneruskan berita valid dari grup MGMP TIK, bahwa seluruh guru dan pegawai SMAN 10 Yk diinstruksikan untuk menjalani isolasi mandiri sejak Jumat kemarin sampai 14 hari ke depan.
Kronologisnya :
Hari Kamis tgl 16 siang, pihak sekolah baru mengetahui bahwa salah satu pegawai cleaning servicenya berstatus OTG (tanpa gejala) dan seharusnya menjalani isolasi mandiri sejak Senin tgl 13.
Surat perintah isolasi mandiri dikeluarkan puskesmas Gamping setelah hasil rapid testnya positif. Ybs ditest karena ayahnya positif covid19 dan sudah dijemput untuk dirawat di RS.
Walaupun sudah diperintahkan untuk isolasi mandiri, ybs tidak memberitahu manajemen sekolah dan tetap masuk kerja sampai akhirnya dipaksa pulang oleh aparat desanya pada Kamis siang itu.
ADVERTISEMENT
_mbok menawi ada rekan-rekan yang punya riwayat kontak dekat dengan guru/pegawai SMAN 10 Yk beberapa hari ke belakang_
Salam sehat, bapak ibu
Stay strong
Terkait pesan berantai tersebut Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Kota Yogyakarta, Sri Murni lantas angkat bicara. Dia menjelaskan pegawai kebersihan itu memang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Namun hasil rapid test yang bersangkutan negatif.
"Tidak positif, berarti tidak benar (pesan berantai tersebut). Jadi hasil tes 17 April itu dinyatakan negatif, tes kedua kemungkinan akan 27 April. Kami berharap semoga tes yang kedua hasilnya juga negatif," kata Sri Murni dihubungi, Selasa (21/4).
Sri Murni mengatakan bahwa pegawai kebersihan itu berstatus OTG karena mertuanya dirawat di RSUD Sleman karena positif corona. Sedangkan dia memang tinggal bersama mertuanya. Status OTG itu berdasarkan surat dari Puskesmas Gamping, Kabupaten Sleman.
ADVERTISEMENT
"Tinggalnya memang bersama mertuanya," ujarnya.
Namun untuk memastikan keamanan guru dan karyawan lain, pihaknya tetap menghubungi Puskesmas Gondomanan Kota Yogyakarta tempat domisili sekolah lantaran ada karyawan yang OTG.
"Kami kontak puskesmas mereka ke sekolah. Dan untuk kehati-hatian maka diputuskan karantina mandiri di rumah. Pembelajaran tetap karena online kan," ujarnya.
Sri Murni menjelaskan bahwa ada 54 guru dan karyawan yang menjalani karantina mandiri. Mereka dibekali catatan apabila mengalami sakit seperti demam dan lain sebagainya.
"Alhamdulillah sampai hari keempat kami sehat semua. Keseluruhan memang kita karantina jadi 54 guru dan karyawan," ujarnya.
Dia juga menyesalkan adanya pesan berantai tak bertanggungjawab tersebut. Dia mengaku tidak tahu dari mana pesan berantai tersebut muncul.
ADVERTISEMENT
"Itu sumber dari mana tiba-tiba menyebar tanpa konfirmasi ke pihak sekolah. Medsos itu kuasanya bukan main," ujarnya.
********
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.